batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batam mendata pekerja di kawasan industri untuk dimasukkan ke dalam daftar pemilih tambahan dan khusus, Selasa (8/1/2019).

“Kami sudah turun. Hasilnya ribuan orang masuk dalam DPT-b dan akan berpartisipasi pada pemilihan presiden dan wakil presiden April mendatang,” kata Komisioner KPU Batam Sudarmadi.



Ia menjelaskan saat ini tahapan sudah masuk dalam daftar pemilih khusus (DPK) 2 dan daftar pemilih tambahan (DPT-b). Saat pelaksanaan DPK pertama, tim hanya menenukan 84 pemilih baru.

“Paling banyak itu di kawasan pekerja. Tadi kami sudah turun di kawasan Kabil untuk sosialisasi pemiluhan sekaligus mendata jumlah pekerja yang menggunakan e-KTP luar dan lokal,” jelasnya.

Untuk pekerja dengan e-KTP luar Batam akan dimasukkan ke dalam DPT-b dan bisa ikut berpartisipasi untuk pemilihan presiden serta wakil presiden, sedangkan untuk mereka yang lokal bisa memilih di lima kertas suara nantinya.

“Tergantung KTP mereka lah itu. Cuman karena petunjuk teknis (juknis, red) masih belum kami terima. Jadi sementara ini hanya mendata dulu. Mana tau sebagian dari mereka sudah teedaftar di daerah asal. Nanti apakah tetap bisa menggunakan hak pilihnya di sini. Yang penting kami data dulu,” terang pria yang pernah berprofesi sebagai tenaga pengajar ini.

Sudamadi menambahkan untuk jumlah pasti pekerja yang masuk di dalam DPT-b ini, ia menyebutkan jumlahnya mencapai tiga ribu lebih dan kemungkinan masih bisa bertambah.

“Itu yang di Muka Kuning saja. Belum lagi kawasan yang lain. Tim masih data dulu. DPK 2 masih berlangsung hingga bulan ini,” sebutnya.

Untuk DPK 2 sepertinya masih didominasi pemilih pemula yang berasal dari sekolah menengah atas (SMA) yang ada di Batam. Saat ini Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Batam masih terus jemput bola.

“Termasuk mereka usia 17 tahun April 2019 mendatang sudah mereka rekam semua,” ujar Sudarmadi. (yui)

Loading...