
batampos.co.id – Puluhan pelatih akan mengikuti ser-tifikasi pelatih renang level D yang akan diselenggarakan Central Aquatic Club (CAC) bekerja sama Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kepri dan PRSI Batam di Politeknik Negeri Batam, Sabtu (12/1) hingga Minggu (13/1/2019). Dalam sertifikasi pelatih renang ini, juga akan dilaksanakan sertifikasi wasit juri renang.
Kepala Bidang Bina Prestasi PRSI Kepri, Agus Hariyanto mengatakan sertikasi pelatih renang punya feedback yang bagus bagi perkembangan renang itu sendiri. Apalagi sertifikasi pelatih renang ini pertama kali digelar di Kepri.
”Ini adalah cikal bakal upaya untuk memajukan renang di Kepri. Suatu upaya yang sangat dilakukan berlandaskan atas kepedulian pada perkembangan olahraga renang. Dan tentunya kami tidak ingin berhenti sampai di tingkat ini saja,” tuturnya, Selasa (8/1/2019).
Agus berharap setelah penyelenggaraan sertifikasi pelatih renang level D, akan dilaksanakan kembali pelatihan di tingkat selanjutnya.
Karena keberhasilan pembinaan renang, tentunya juga bergantung pada peningkatan kualitas unsur-unsur yang ada di dalamnya.
”Tentunya juga mengikuti aturan yang berlaku dalam PRSI, karena sertifikasi pelatih renang memiliki tingkatan dan juga diatur berdasarkan regulasi yang berlaku,” sambungnya.
Untuk sekarang, lanjut Agus, dalam setiap kejuaraan maka sertifikasi menjadi kebutuhan wajib bagi setiap pelatih. Dalam setiap kejuaraan pasti akan ditanya sertifikasi pelatih. Lalu bagaimana jika tidak memiliki?
Selain itu, dengan sertifikasi ini kemampuan pelatih akan terangkat dengan sendirinya. Pelatih akan memahami aspek-aspek yang dibutuhkan dalam mempersiapkan atlet untuk bisa meraih prestasi maksimal.
Agus juga mengingatkan jika sertifikasi pelatih menjadi salah satu syarat bagi pelatih untuk membawa anak asuhnya di setiap kejuaraan.
”Karenanya manfaatkan keberadaan pelatihan ini,” ajaknya.
Satu nilai lebih dari sertifikasi yang digelar oleh CAC adalah pemateri yang didatangkan dari PB PRSI.
Suroyo dan Afrizal adalah tokoh yang membina para pelatih renang selama ini. Mereka berdua bisa dikatakan adalah tokoh yang tak perlu diragukan lagi kapasitasnya. Ditambah Suroyo adalah salah satu finalis FINA (organisasi renang dunia, red).
“Sangat disayangkan jika tidak mengikuti pelatihan ini,” papar Agus.
Sedang ketua panitia Putra mengatakan panitia masih menunggu peserta yang ingin menambah ilmu kepelatihan hingga Jumat (11/1) malam. Tentunya untuk CAC bekerja sama dengan Pengprov PRSI Kepri dan PRSI Kota Batam akan menggelar kelanjutan sertifikasi pelatih level-level selanjutnya.
”Tetapi sesuai dengan regu-lasi yang berlaku bahwa yang bisa melanjutkan ke tahap selanjutnya adalah pelatih yang telah memiliki sertifikat level D,” tegasnya.
Putra berharap seluruh pelatih renang yang ada di Kota Batam dan Kepri, terutama yang belum memiliki sertifikat kepelatihan bisa memanfaatkan kesempatan ini. Karena ini diselenggarakan di Batam yang notabene akan menghemat jika mengikuti sertifikasi di daerah lain.
Kelebihan lain adalah pemateri yang langsung didatangkan dari pusat. Tentunya ilmu yang diberikan akan lebih lengkap.
Putra juga menjelaskan jika keberadaan CAC menggelar sertifikasi ini adalah untuk mengajak para pelatih semakin maju dan berkembang. Juga untuk mendapatkan ilmu kepelatihan yang akan mendorong perkembangan prestasi anak didiknya.
Selain itu, dalam pelatihan ini juga digelar pelatihan wasit dan juri. Dilaksanakannya pelatihan wasit juri renang karena keberadaan wasit juri mutlak dalam etiap kejuaraan.
“Dengan meningkatkan kualitas instrumen pertandi-ngan, tentunya kualitas kompetisi dan kompetensi renang di Batam akan semakin meningkat,” jelas Putra.(yan)
