batampos.co.id – Kembali ujian berat mengadang 757 Kepri Jaya di ajang Piala Indonesia. Dalam drawing babak 32 besar, Serdadu Melayu-julukan 757 Kepri Jaya-harus bertemu kampiun Liga 1 musim 2018 Persija Jakarta.

Drawing 32 besar Piala Indonesia yang dilaksanakan di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (8/1/2019) lalu, membagi dua zona. Yakni zona barat dan zona timur. Zona barat masih dibagi lagi menjadi dua grup, yaitu zona barat 1 yang terdiri empat pertandingan dan zona barat dua yang juga terdiri empat pertandingan. Demikian pula zona timur, juga terbagi menjadi dua pool dengan masing-masing berisikan empat pertandingan.



Yang membedakan dengan babak 64 besar, di babak 32 besar ini akan diterapkan format home and away. Sementara untuk sistem yang digunakan tetap dengan sistem gugur.

Dalam zona barat 1, Sriwijaya FC akan bertemu Keluarga USU Medan, Persija Jakarta bersua 757 Kepri Jaya, PSBL Langsa berhadapan Bhayangkara FG, dan Semen Padang menghadapi S Tira. Sedangkan di zona barat 2, Persibat Batang bertemu PSIS Semarang, Madura United berhadapan Cilegon United, Persiwa Wamena menghadapi Persib Bandung, dan Arema FC harus menjajal Persita Tangerang.

Untuk zona timur 1, Per-singa Ngawi akan berhadapan dengan Persebaya Surabaya, sementara Barito Putera kontra PSS Sleman. Lalu, Blitar United harus menghadapi Bali United dan Persela Lamongan melawan Persik Kendal. Di zona timur 2 akan berhadapan antara Mojokerto Putra melawan Borneo FC, Perseru Serui menghadapi Mitra Kukar, Persidago Gorontalo bertemu Persipura Jayapura, dan Kalteng Putra melawan PSM Makassar.

Pemain 757 Kepri Jaya (kuning-biru/kanan) berusaha menahan perge-rakan pemain PSMS Medan Haniful Karim di laga babak 64 Besar Piala Indonesia di Stadion Gelora Citramas, Batam, Kamis (13/12/2018).
foto: batampos.co.id / ryan agung

Ketua Harian 757 Kepri Jaya Ichsan mengatakan timnya harus menghadapi lawan berat di babak 32 besar ini. Meski demikian pihaknya tetap optimis peluang 757 Kepri Jaya masih tetap ada.

”Di atas kertas memang sangat berat. Yang harus kita hadapi adalah kampiun liga 1 2018, Persija Jakarta. Otomatis baik level permainan maupun kualitas pemain akan berbeda,” tuturnya, Rabu (9/1/2019).

Tetapi, kata dia, 757 Kepri Jaya juga membuktikan keperkasaannya dalam menga-rungi ajang Piala Indonesia. Beberapa kai menghadapi lawan kuat, 757 Kepri Jaya mampu menjaga asa di ajang Piala Indonesia.

Beberapa lawan kuat yang pernah merasakan kedigdayaan 757 Kepri Jaya di ajang Piala Indonesia adalah PSPS Pekanbaru dan PSMS Medan. Dua tim yang punya nama besar di kancah persepakbolaan Indonesia ini harus menahan malu tersingkir di ajang Piala Indonesia setelah kalah dari 757 Kepri Jaya di Stadion Gelora Citramas.

”Tetapi kita juga harus sadar diri jika memang secara kualitas Persija jelas-jelas punya keunggulan diban-dingkan dengan tim yang pernah dihadapi 757 Kepri Jaya,” ujar Ichsan.

Ditambah keberhasilan Persija Jakarta menjuarai Liga 1, tentunya akan berdampak pada moralitas dan semangat para pemainnya. Dengan format home and away tentunya 757 Kepri Jaya harus memiliki strategi khusus demi meraih hasil terbaik.

”Meski jadwal resmi belum keluar, kami mendapat kabar akan menjalani laga away melawan Persija Jakarta di Stadion Patriot, Bekasi, Rabu (23/1). Sementara untuk laga kandang, akan diselenggarakan di Stadion Gelora Citramas, Batam, Kamis (31/1),” beber Ichsan.

Kondisi 757 Kepri Jaya sen-diri memang tengah berada dalam konfidensi tinggi. Apalagi keberhasilan menggusur tim kuat PSMS Medan di ajang Piala Indonesia di babak 64 besar.

”Meski berat, tetapi bukan berarti kami sudah menyerah. Peluang menang tetap ada, apalagi 757 Kepri Jaya telah berpengalaman dalam menghadapi lawan-lawan berat,” katanya lagi.

Beberapa prediksi dikemukan oleh Ichsan terkait strategi yang harus diterapkan dalam pertandingan nanti. ”Keuntungannya saat ini Persija juga harus memecah kekuatan,” papar Ichsan.

”Persija harus berlaga di ajang AFC Cup. Hal ini yang harus kita manfaatkan untuk meraih hasil maksimal. Tentunya untuk mmenjaga peluang di ajang AFC Cup Persija juga harus memilih mana yang harus di prioritaskan,” sambungnya.

Dengan demikian, lanjut Ichsan, Persija belum tentu bisa turun dengan kekuatan maksimal. Apalagi, melihat lawan yang akan dihadapi di ajang AFC Cup bukan lah sembarang tim.

”Sementara 757 Kepri Jaya akan mempersiapkan diri lebih lama dan juga menjalani masa istirahat lebih panjang dibandingkan Persija Jakarta. Tetapi juga tetap harus diingat, meski Persija turun dengan lapis kedua, bukan berarti kekuatannya akan melemah,” seru Ichsan.

Sementara itu, 757 Kepri Jaya akan ditangani oleh pelatih ad interim di sisa ajang Piala Indonesia. Reggy, asisten pelatih di era kepelatihan Jaino ditunjuk sebagai pelatih ad interim. ”Pelatih Ibnu dan asisten telah habis masa kontraknya yang hanya satu musim kompetisi. Sementara ajang Piala Indonesia ini perjalanannya melebihi musim kompetisi reguler. Karenanya manajemen 757 Kepri Jaya menunjuk Reggy sebagai pelatih ad interim hingga sisa perjalanan di ajang Piala Indonesia,” terang Ichsan.

Ichsan juga meminta agar masyarakat Kepri menberikan dukungan dan doa demi raihan positif 757 Kepri Jaya di ajang Piala Indonesia.

”Mohon dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Kepri agar 757 Kepri Jaya kembali meraih hasil maksimal saat menghadapi perlawanan tim kuat Persija Jakarta,” pinta Ichsan. (yan)

Loading...