foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Tidak hanya harga cabai merah besar yang melambung, harga ayam potong segar atau ayam ras juga terus merangkak naik. Di sejumlah pasar di Batuaji, harga ayam potong segar sudah tembus Rp 36 ribu per kg, kemarin (9/1/2019), atau naik sebesar Rp 3 ribu dibanding sehari sebelumnya.

Kondisi ini pun banyak dikeluhkan pedagang, karena dagangannya tidak banyak yang laku. Masyarakat atau langganannya banyak mengurungkan niat membeli ayam karena terlampau mahal.

”Naik terus (harga daging ayam, red). Hari ini (kemarin, red) sudah Rp 36 ribu, bahkan ada yang jual Rp 37 ribu per kilo. Tak ada yang beli kalau harganya naik terus,” kata Hendri, pedagang ayam di Pasar Fanindo kemarin.

Kenaikan harga ayam segar ini diakui Hendri sudah terjadi berkali-kali sepanjang pekan ini. Mulai Rp 27 ribu, Rp 29 ribu, naik jadi Rp 33 ribu, dan kemarin naik lagi jadi Rp 36 ribu per kg.

”Biasanya potong 800 sampai 900 ekor perhari, tapi hari ini (kemarin, red) baru 300 ekor. Sampai sore mungkin mentok 400 hingga 500 ekor. Turun drastis. Tengok aja sepi orang (pembeli),” kata Hendri.

Dia menduga, kenaikan harga ayam segar ini karena permainan dua pemasok atau pemilik kandang besar di daerah Barelang. Sebab, informasi yang diperoleh pedagang, hanya dua agen besar itu yang sekarang memiliki stok ayam potong di Kepri. Bahkan, ayam yang seharusnya khusus untuk memenuhi kebutuhan di Batam, akhirnya dibagi dengan daerah lain seperti Tanjungpinang.

”Karena semua minta ke mereka (dua agen besar) maka mereka naikkan harga. Sebab, infonya agen lainnya lagi kosong semua,” kata Ijal, pedagang lainnya. Sekarang harga dari agen mencapai Rp 26 ribu per ekor, naik Rp 3 ribu dari sebelumnya Rp 23 ribu per ekor.

Masyarakat maupun sejumlah pedagang berharap agar pemerintah dan penegak hukum terkait segera turun melakukan pengawasan, sehingga harga ayam potong segar kembali normal. (eja)

Yuk Baca