Wishnu Wardana (rompi pink) di gelandang petugas kejaksaan negeri surabaya usai ditangkap di Jl. Kenjeran kemarin pagi. Wishnu ditangkap terkait kasus tindak pidana korupsi pengalihan aset PT. Panca Wira Usaha Jatim (BUMD) senilai 11 foto: M. Zaim Armies/Jawa Pos

batampos.co.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya mengeksekusi Wisnu Wardhana (WW) pada Rabu (9/1/2019). Dia ditangkap di Jalan Kenjeran Pukul 06.30 WIB. Penangkapan mantan Ketua DPRD Surabaya ini berlangsung dramatis.

Terpidana kasus korupsi aset BUMD Jatim PT Panca Wira Usaha dengan kerugian negara senilai Rp 11 miliar ini sempat melawan upaya eksekusi. Bahkan satu sepeda motor milik anggota Kejari ditabrak hingga rusak parah saat berusaha menghadang laju mobil WW.
Eksekusi dipimpin langsung Kajari Surabaya, M Teguh Darmawan. Saat itu WW bersama anaknya mengemudikan mobil Daihatsu Xenia warna abu-abu nopol M 1732 HG. Mereka berencana menuju arah Madura.

“Kami sudah mengintai WW selama tiga minggu sebelum akhirnya melakukan penangkapan. Selama tiga minggu itu, WW kerap kali keluar kota untuk mengecoh petugas,” ujar M Teguh Darmawan, kemarin.

Lalu, pada Rabu pagi (9/1), tim mendapati jika WW berada di stasiun Pasar Turi. Lalu dia dijemput anaknya dengan mengemudikan mobil ke arah Madura. ”Sesaat sebelum masuk jembatan Suramadu, WW kami ringkus,” ungkap Teguh.

Saat mencoba dihentikan, mantan Kepala Biro Aset dan Ketua Tim Penjualan Aset PT PWU itu tak menggubrisnya. Bahkan mobil yang ditumpanginya malah menambah kecepatan.
Kemudian saat berada di depan gang Lebak Jaya 2, WW dipepet oleh anggota Kejari yang hendak menghentikannya. Lagi-lagi WW tak menye-rah. Tak ingin buruannya kabur, anggota yang mengendarai sepeda motor lantas menghadang mobil pelaku dengan cara sepeda motornya diletakkan di posisi depan mobil yang ditumpangi WW.

Bukannya berhenti, mobil malah menabrak motor tersebut. Namun upaya kabur WW gagal lantaran mobil tak bisa melaju karena terganjal dengan motor. Meski demikian WW tak mau menyerah, dia tetap berada di dalam mobil dan tak menghiraukan petugas.

Beberapa petugas Kejari lalu menggedor kaca mobil agar WW keluar. Merasa sudah terkepung dan tak lagi bisa kabur, WW akhirnya keluar mobil. Dengan menggunakan topi, masker, dan jaket jumper warna biru dia langsung diseret ke mobil petugas. WW nampak menolak sambil anaknya terus menghalang-halangi. Sempat terjadi cek cok mulut, namun petugas bersikap tegas dengan membawa WW.

Ia mengatakan setelah WW berhasil ditangkap, lalu dibawa ke Kantor Kejari Surabaya. Tak lama di sana, WW segera dijebloskan ke Lapas Porong untuk menjalani hukuman.

Eksekusi ini merupakan tindak lanjut dari putusan Mahkamah Agung (MA) atas Kasasi Kejaksaan. Di dalam putusan tersebut, WW divonis enam tahun penjara. Dia juga diharuskan membayar denda Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan. WW juga harus membayar uang pengganti kerugian negara Rp 1,5 miliar.

Sebelumnya, Wisnu divonis bersalah terkait dugaan korupsi aset BUMD Jatim PT Panca Wira Usaha. Wisnu dalam sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya pada 2017 lalu divonis majelis hakim pidana tiga tahun penjara.

Dia juga diharuskan membayar denda Rp 200 juta dan uang pengganti Rp 1,5 miliar. Terhadap putusan itu, Wisnu banding ke Pengadilan Tinggi Jatim dan divonis satu tahun penjara. Kejaksaan kemudian mengajukan kasasi ke MA atas putusan tersebut.

Wisnu diduga terlibat dugaan korupsi pelepasan dua aset PT PWU di Kediri dan Tulungagung pada 2013 lalu. Saat itu, Wisnu yang menjabat sebagai Kepala Biro Aset dan Ketua Tim Penjualan Aset PT PWU dianggap menjual aset tidak sesuai prosedur.(yua/rud)

Yuk Baca