batampos.co.id – Harga bahan pangan di sejumlah pasar tradisional di Kota Batam terus meroket. Kenaikan cukup signifikan terjadi pada komoditas cabai merah besar yang sudah tembus Rp 85 ribu per kilogram (kg). Padahal pekan lalu masih di harga Rp 65 ribu per kg. Terjadi kenaikan Rp 20 ribu dalam sepekan ini.

Adi, pedagang sayur di Pasar Tos 3000 Jodoh mengungkapkan kenaikan harga cabai sudah terjadi beberapa pekan terakhir. Menurutnya, kenaikan komoditas ini karena terjadi kekosongan pasokan barang dari sejumlah distributor.

Loading...

”Memang (harga cabai merah, red) terjadi kenaikan. Modalnya juga sudah tinggi,” katanya, Rabu (9/1/2019).

Pedagang lainnya, Gusni mengaku melambungnya harga cabai merah membuat sejumlah pedagang tak berani menjual cabai. Apalagi tingkat konsumsi masyarakat juga menurun. Jika biasanya mampu menjual 15 kg per hari, kini hanya 6 kg saja.

”Itupun susah, karena banyak masyarakat mengeluh harganya tinggi,” tuturnya.

Selain cabai merah, harga komoditas lainnya seperti telur ayam ras, cabai rawit, dan ikan laut juga masih tinggi. Telur ayam ras misalnya dijual Rp 45 ribu sampai Rp 46 ribu per papan (isi 30 butir). Sementara untuk cabai rawit merah berkisar Rp 60 ribu sampai Rp 70 ribu per kg. Sedangkan untuk jenis ikan laut seperti selar dijual di kisaran Rp 50 ribu per kg.

”Kalau untuk bayam, kangkung, dan jenis sayur lainnya masih normal,”

sebut Gusni. Melambungnya harga cabai merah juga sesuai dengan survei yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Selasa (8/1) lalu. Dari 18 komoditas yang disurvei Disperindag, cabai merah besar paling signifikan mengalami kenaikan. Dalam survei Disperindag pada pekan lalu, harga cabai merah besar masih di angka Rp 65 ribu per kg, tapi sepekan kemudian sudah naik hingga tembus Rp 85 ribu per kg.

Disperindag melakukan survei harga-harga sembako di empat pasar tradisional di Kota Batam, yakni Pasar Mega Legenda, Sukaraman Bengkong, Lai-Lai, dan Pasar Taras. Di Pasar Sukaraman Bengkong misalnya, satu kilogram cabai merah dijual Rp 85 ribu.

”Memang ada kenaikan untuk cabai, namun untuk stok masih aman,” kata Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Batam, Adisthy.

Diakuinya, Disperindag masih terus memantau kenaikan harga cabai ini. Sebab dari distributor semuanya dijual di bawah harga ekonomis tertinggi. ”Laporan harga ini sudah kita sampaikan ke satgas. Jadi nanti satgas pangan yang akan lihat sekaligus menindaknya. Kalau dari kami sudah lakukan pembinaan ke pedagang,” tuturnya.

Ia menambahkan, untuk komoditas cabai merah sendiri didatangkan dari beberapa daerah seperti Medan dan Jawa. Disinggung apakah ada pengaruh cuaca sehingga pengiriman dari luar daerah terganggu, Adisthy mengarahkan untuk berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan.

”Untuk cabai bisa koordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan. Apalagi sekarang sudah ada gerakan dari dinas itu untuk kelompak tani tanam cabai dan jangung,” jelasnya.

Selain cabai, Disperindag juga mensurvei beberapa jenis komoditas lainnya. Beras medium misalnya dijual Rp 12 ribu per kg, beras premium Rp 13 ribu per kg, bawang merah Rp 38 ribu per kg, bawang putih Rp 17 ribu per kg. Untuk bayam dijual Rp 8 ribu per kg dan kangkung Rp 7 ribu per kg.

Sementara itu, untuk harga daging sapi lokal dijual Rp 130 ribu per kg dan daging sapi impor Rp 87 ribu per kg. Sedangkan harga untuk daging ayam ras dijual Rp 34 ribu per kg.

”Survei harga ini terus kita lakukan rutin setiap ming-gu,” ungkap Adisthy.

Aktivitas berbelanja di tos 3000, Jodoh, Batam Kepri.
foto: batamposco.id / putut ariyotejo

Pedagang Mengeluh

Selain cabai merah, harga cabai rawit merah atau cabai setan di pasar-pasar tradisional Batam juga terus merangkak naik. Kini harga cabai setan naik hingga Rp 70 ribu per kg.

”(Cabai setan) per kilonya Rp 70 ribu,” ujar Andri, pedagang sayur di Pasar Mitra Raya, Batam Center, kemarin.

Menurut dia, tingginya harga cabai setan karena langka di pasaran sejak sepekan terakhir. Sedangkan peminat cabai setan cukup banyak, terutama pedagang ayam penyet.

”Seminggu lalu harganya masih Rp 60 ribu per kg. Kemudian naik Rp 10 ribu jadi Rp 70 ribu per kg,” ungkapnya.

Sedangkan untuk cabai merah kriting masih diharga Rp 40 ribu- Rp 45 ribu per kg, atau mengalami kenaikan Rp 5 ribu dari harga sebelumnya. ”Yang mahal itu wortel, harganya sampai Rp 22 ribu per kg. Sebelunya harga wortel paling mahal cuma Rp 16 ribu,” jelasnya.

Sementara, Larno, pedagang ayam penyet di kawasan Bengkong mengaku cukup kesulitan mendapatkan cabai setan untuk sambal masakannya. Selain langka, harga cabai tersebut sangat tinggi. ”Harganya cabai setan lagi mahal, lagian nyarinya juga susah,” terang Larno.

Untuk menyisiati itu, Larno mencampurkan cabai merah biasa dengan cabai setan. Menurutnya, beberapa pelanggan sempat komplain karena rasa cabai tidak terlalu pedas.

”Nah, setelah kami kasih pengertian mereka paham. Mudah-mudahan cabai ini cepat turun lah harganya,” ucapnya.

Sementara itu, di Pasar Basah Mustofa, Batam Center, harga cabai setan berada di angka Rp 70 ribu per kg. Padahal, pekan lalu masih dijual Rp 60 ribu per kg. ”Sempat turun dua minggu yang lalu tapi naik lagi,” ujar Indarti, penjual sayur di Pasar Mustofa.

Ia mengaku tidak tahu penyebab kembali naiknya harga cabai. Namun ia menduga karena faktor cuaca buruk. ”Lagi musim angin kencang dan hujan sekarang, mungkin itu pemicunya (harga kebutuhan naik, red)” terangnya.

Tak hanya cabai, beberapa komoditas lain juga masih tinggi awal tahun 2019 ini. Seperti tomat dijual Rp 16 ribu dari Rp 14 ribu per kg, kol dijual Rp 12 ribu dari Rp 9 ribu per kg, pare dijual Rp 12 ribu dari Rp 8 ribu per kg, juga sayur wortel dibandrol Rp 18 ribu dari Rp 14 ribu per kg.

”Mahalnya sejak Natal lalu,” jelasnya.

Dia mengatakan cuaca buruk yang terjadi diperairan Batam dan sekitarnya mempengaruhi naik-turunnya harga barang. Apalagi komoditas pertanian yang dikirim dari luar Batam.

”Kalau kelamaan kena hujan, pasti barang cepat busuk,” ucapnya.

Hal yang sama juga diakui sejumlah pedagang di Pasar SP Plaza. Cabai setan yang didatangkan dari Medan tersebut kini dijual Rp 70 ribu. Bahkan sebelumnya harga cabai sempat naik ke Rp 80 ribu. ”Sebelum naik kami jual Rp 45 ribu,” sebut Rahmat, penjual sayur di Pasar SP Plaza.

Sementara untuk harga kebutuhan dapur lainnya masih terpantau normal. Seperti bawang Jawa masih dijual Rp 35 ribu per kg dan bawang Birma masih Rp 25 ribu per kg, serta sayuran hijau lainnya yang masih normal.

(rng/she/une)

Loading...