foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Badan Pengu-sahaan (BP) Batam akan memperbaiki terowongan atau underpass Pelita pada 2019 ini. Perbaikan dibutuhkan menyusul adanya retakan di atas terowongan yang diketahui pada Desember 2017.

”Diperbaiki karena ada rembesan air melalui retakan itu. BP dan Kementerian PU sudah berkoordinasi dan sudah melakukan pengecekan sesuai standar PU nasional,” kata Kepala Sub Direktorat Pembangunan Jalan dan Jem-batan BP Batam Boy Zasmita, Rabu (9/1/2019).

Loading...

BP Batam juga meminta referensi dari konsultan teknik. Kemudian membuka tender untuk perbaikan terowongan Pelita yang dibangun pada 2006 tersebut.

”Maka tender dilaksanakan pada tahun lalu dan yang menang perusahaan dari Jakarta,” ucapnya.

Menurut pendapat konsultan, retakan tersebut akan membuat air merembes dan merusak besi yang menjadi tiang konstruksi utama terowongan Pelita.

”Umur rencana terowongan tersebut 100 tahun. Kalau tak segera diperbaiki, nanti bisa lebih cepat ambruk. Karena besi itu tak boleh kena proses korosif akibat terkena oksigen,” katanya lagi.

Untuk anggaran perbaikan, Boy belum bisa menyebutnya. Ia harus mengecek dan tak mau asal bicara mengenai anggaran tersebut karena memakai anggaran dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Namun, sebelumnya pihak BP Batam pernah menyebut anggaran tambahan dari APBN yang digunakan untuk pengembangan sarana jalan sebesar Rp 110 miliar.

Dana tersebut digunakan untuk membangun dan melebarkan 11 ruas jalan, satu jembatan, dan perbaikan terowongan Pelita. Setelah dihitung, maka anggaran untuk 11 ruas jalan dan satu jembatan mencapai Rp 106,2 miliar, maka dana untuk perbaikan terowongan Pelita diperkirakan mencapai Rp 3,8 miliar.

Sebelumnya, banyak warga yang cemas atas retakan-retakan kecil di atas terowongan Pelita. Kondisi terowongan itu membuat pengguna jalan menjadi cemas. Sebab, terowongan itu meru-pakan urat nadi Kota Batam yang menghubungkan Nagoya dan Batam Center.

”Tentu khawatir, karena saya pernah melintas dan melihat ada air menetes dari atas terowongan,” kata Tati, warga Batuampar.

Bahkan, retakan terowongan itu sempat viral di jagat maya. Sejumlah netizen pernah ramai membahas hal ini.

“Hanya sekadar sharing untuk teman-teman di Batam, khususnya yang sering lalu lalang di terowongan Pelita,” demikian tulisan pada keterangan foto yang beredar di media sosial pada Desember 2017 lalu. (leo)

Loading...