Perbaikan jalan yang rusak akibat penanaman pipa IPAL di Batam Center.
foto: batampos.co.id / putut ariyotejo

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus menggesa penyelesaian proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Bengkong Sadai.

Kepala Bidang Pengelolaan Limbah BP Batam, Iyus Rusmana mengatakan bahwa target penyelesaiannya di akhir tahun ini. Sehingga akan segera bisa dioperasionalkan tahun depan.

“Tapi sesudah usai, IPAL akan ditest-run dulu selama enam bulan dari Januari 2020 hingga akhir Juni,” katanya, Kamis (10/1).

Test-run ini sangat penting untuk mengevaluasi kinerja dari IPAL ini. Jika ada cacat dalam prosesnya maupun konstruksinya, bisa segera diketahui sehingga bisa cepat diperbaiki sebelum benar-benar beroperasi.

“Test-run penting karena IPAL ini akan melayani 11 ribu rumah di 43 perumahan,” katanya lagi.

Bicara mengenai keseluruhan proses, Iyus menyebut masih 30 persen. “Untuk pipa sudah sekitar 60-an kilometer dari target pemasangan pipa 114 kilometer,” ujarnya.

Sedangkan untuk pemasangan 500 kilometer pipa sambungan ke rumah, baru dikerjakan untuk sekitar 20-an perumahan. Contohnya di Citra Batam, Greenland, Sukajadi, Anggrek Sari, Kembang Sari, Orchird Park dan lainnya.

IPAL Bengkong Sadai dapat mengalirkan air limbah sebanyak 230 liter per detik dan dapat menghasilkan kompos sebanyak 18 meter kubik per hari. Iyus kemudian mengatakan pihaknya selalu menggelar sosialisasi kepada warga perumahan yang akan dipasangi pipa.

Untuk stasiun pompa, BP membangun stasiun pertama di dekat Kepri Mall. Stasiun pompa ini berfungsi unntuk memompa air limbah secara gravitasi, baru kemudian dipompakan ke IPAL yang ada di Batam Center. ”Progresnya sudah 50 persen. Dan direncanakan selesai tahun depan. Untuk stasiun pertama ini, total biayanya Rp 600 miliar,” sebutnya.

Yuk Baca