batampos.co.id – Muhammad Rusdi menjadi korban pembegalan. Remaja kelas II SMPN 22 Batam tersebut, dibegal di  Sagulung, Minggu (16/12/2018) lalu. Rusdi ditemukan tergeletak di jalan oleh warga sekitar lalu dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji.

Ia sempat dirawat satu malam di ruang IGD RSUD Embung Fatimah.

”Sejak pamit dari rumah, dia (Rusdi, red) tidak pulang,” ujar Nur, orangtua Rusdi, Jumat (11/1/2019).


Nur menceritakan sebelum kejadian anaknya pamit untuk latihan drumband. Namun sejak itu, anaknya tidak pulang. Ia mencari anaknya ke sekolah dan ke rumah teman-temannya. Namun tidak ditemukan. Barulah saat tetangganya memperlihatkan informasi di media sosial tentang seorang anak yang diduga kecelakaan sedang dirawat di rumah sakit.

”Katanya ada anak kecelakaan dan keluarganya belum diketahui dimana,” kenangnya.

Nur pun mengamati foto anak di media sosial. Namun wajah Rusdi sulit dikenali karena sudah babak belur dan bengkak. Namun ia mengenalinya dari badan anaknya yang kurus.

Nur lalu bergegas melihat anaknya ke RSUD. Di rumah sakit, lanjutnya, dokter langsung menyarankan anaknya dioperasi. Setelah keluar dari rumah sakit, lalu ketua RT di tempat tinggalnya menghubungi KPPAD Kepri dan melaporkan kejadian itu.

”Awalnya kami juga mengira kecelakaan. Baru tahu dibegal setelah dia (Rusdi) bisa diajak ngomong,” ujarnya.

Rusdi sendiri mengaku anggota salah satu klub motor di Sagulung. Bahkan pembegalan yang dialaminya karena sebagai anggota klub motor.

”Saya dihadang pelaku. Mereka bertanya, apa rahasia geng motor kami. Saya jawab tak tahu karena memang tak tahu. Tapi mereka langsung pukul kepala saya dengan kayu. Hape diambil. Motor dirusak,” ungkapnya. (une)

Loading...