foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mulai memberikan pembekalan kepada seluruh puskesmas untuk menjadi Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) tahun 2020 mendatang.

“Tadi sudah mulai pembekalan. Nanti bulan Maret kan sudah mulai penilaian oleh tim teknis,” kata Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmarjadi, Kamis (10/1/2019).

Ia menjelaskan meskipun nanti puskesmas menjadi BLUD, pihaknya tetap memperhatikan biaya pengobatan terutama bagi masyarakat umum yang tidak menggunakan Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS).

“BLUD bukan orientasinya keuntungan melulu. Soal biaya pengobatan nanti akan kami koreksi dulu,” sebutnya.

Saat ini pihaknya tengah menyiapkan Peraturan Wali Kota Batam terkait pengaturan biaya pengobatan di puskesmas yang akan menjadi BLUD. Nanti pihaknya akan menyesuaikan biaya pengobatan sesuai dengan keadaan sekarang. Selain itu, pihaknya juga akan mengambil perbandingan dengan daerah tetangga.

“Nanti kami cari harga terbaik, aga masyarakat umum tidak terbebani,” ucap Didi.

Manfaat dari BLUD ini lanjutnya puskesmas bisa menambah peralatan medis sesuai dengan pendapatan yang mereka terima. Seperti alat mengecek kandungan atau ultrasonografi (USG). Termasuk tenaga medis lainnya.

“Bisa juga rekruit dokter spesialis asal kekuatan anggaran dari pendapatan BLUD tersebut mampu,” terangnya.

Ia menjelaskan tujuan dari BLUD ini adalah meningkatkan pelayanan puskesmas sendiri. Nantinya puskemas diberikan wewenang untuk mengelola keuangan mereka sendiri. Jika ada terjadi kekosongan obat yang mereka bisa beli sendiri.

Nantinya semua puskemas akan menjalani penilaian yang meliputi kesanggupan menjalankan BLUD, memiliki tata kelola puskesmas, memiliki rencana yang strategis, standar pelayanan minimal serta laporan hasil audit terakhir atau pernyataan bersedia diaudit.

“Jadi penilaiannya kami ambil dari sini. Puskesmas yang mendapatkan nilai terbaik akan ditetapkan sebagai BLUD dan mulai beroperasi tahun depan,” bebernya. (yui)

Yuk Baca