ilustrasi

batampos.co.id – Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) Pemko Batam akan memperbaiki 55 rumah tidak layak huni (RTLH) milik warga yang berada di hinterland (pesisir, red). Jumlah ini menurub bila dibandingkan tahun lalu yang mencapai 100 rumah.

Kepala Dinsos Batam, Hasymah mengatakan rehab rumah tahun ini hanya untuk rumah warga di pesisir. Hal ini melihat kebutuhan warga di maindland lebih prioritas bila dibandingkan kota.

Ia menyebutkan kalau untuk perkotaan sendiri nanti akan dibantu oleh Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertamanan (Disperkimtan) Kota Batam. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Disperkimtan untuk membantu rehab rumah tidak layak huni warga perkotaan.

“Kemarin kami sudah diskusi dulu. Jadi kami fokus ke hinterland dan mainland dibantu Perkim. Intinya rumah warga yang tak layak bisa diperbaiki sehingga layak ditempati,” jelasnya.

Ia menyebutkan perbaikan RTLH dari pusat melalui Disperkimtan satu rumah mendapatkan bantuan perbaikan rumah sebesar Rp 15 juta sedangkan yang Dinsos masih sama dengan tahun sebelumnya Rp 22 juta.

“Jadi meskipun turun RTLH tahun ini, tapi kami terbantu dengan proyek pusat melalui Disperkimtan,” imbuh Hasymah.

Ia menambahkan saat ini persiapan RTLH sudah dimulai. Banyak rumah yang diusulkan lurah setempat untuk diperbaiki. Tim dari Dinsos juga akan turun untuk mrngecek kondisi rumah di hinterland.

“Secepatnya kami mulai lelang perencanaan. Target penyelesaian tetap sebelum akhir tahun,” lanjut mantan Kepala SDN 007 Sekupang ini. (yui)

Yuk Baca