Calon penumpang saat melakukan check in keberangkatan di Bandara Hang Nadim Batam.
(Cecep Mulyana/Batam Pos)

batampos.co.id – Musim liburan telah usai. Maskapai penerbangan bertahan pada tarif tiket ambang batas atas. Penumpang menjerit. Keluhan terhadap tingginya tarif tiket pesawat terbang bahkan dituangkan dengan membuat petisi melalui laman change.org.

Iskandar Zulkarnain memulai petisi kepada Presiden Joko Widodo, Menteri Perhubungan, Menteri Keuangan, Direktur Utama Garuda Indonesia, dan CEO Lion Air. Hingga pukul 23.00 Wita, 103.825 akun telah menandatangani petisi.

Mahalnya harga tiket berdampak ke hampir semua sektor ekonomi. Maskapai diminta menurunkan harga agar performa ekonomi bisa bergerak.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) pun mengeluhkannya. Usai fase liburan dan berakhirnya libur anak sekolah, merupakan momentum bagi para pelaku usaha untuk menggenjot performa.

“Mulai Januari hingga Maret, akan banyak perjalanan bisnis. Baik untuk kontrak, membuka order, juga menjalin kemitraan,” kata Ketua Apindo Makassar, Muammar Muhayang seperti dikutip Fajar (grup batampos.co.id), Sabtu (12/1).

Hanya saja upaya-upaya tersebut bakal tersandung. Biaya transportasi pesawat terbang tidak wajar. Sementara, tidak ada hal-hal yang luar biasa seperti sekarang.

“Musim liburan sudah lewat. Entah apa maksudnya maskapai mematok harga tinggi. Teman-teman banyak yang mengeluh. Pada rapat kemarin, harga tiket ini menjadi poin khusus pembahasan,” terangnya.

Saat bukan musim liburan, untuk perjalanan menggunakan Garuda Indonesia, misalnya, harga tiket yang kerap dipakai, berkisar Rp1,1 juta-Rp1,2 jutaan untuk rute Makassar-Jakarta.

“Sekarang malah naik 100 persen lebih. Itu sudah berkisar Rp2,6 juta hingga Rp2,8 juta. Batik Air yang biasanya di bawah Rp1 jutaan kini lebih dari itu,” keluhnya.

Menurutnya, saat ini harga minyak dunia telah turun. Bahkan Pertamina telah menurunkan harga BBM nonsubsidinya. Belum lagi nilai tukar yang masih stabil dan cenderung menguat akhir-akhir ini. Muammar Muhayang pun dibuat bingung oleh alasan maskapai menaikkan harga. (JPG)

Yuk Baca