ilustrasi

batampos.co.id – Tersangka pencurian plat baja senilai Rp 4 miliar milik Pemprov Kepri, L, mengakui adanya keterlibatan orang lain dalam pencurian tersebut. Seseorang berinisial ACP, beberapa kali disebut dalam pemeriksaan yang dilakukan penyidik terhadap L.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri Kombes Hernowo Yulianto mengatakan akan memanggil ulang ACP, untuk mensinkronkan keterangannya dengan L.

“Faktanya memang begitu. Sebelum L diamankan, ACP sudah pernah dimintai keterangan sebagai saksi. Namun, nanti kami akan panggil ulang lagi,” katanya, Jumat (11/1/2019).

Saat ditanyakan, apakah status ACP akan ditingkatkan setelah pemeriksaan ulang dilakukan. Hernowo mengatakan hingga saat ini status ACP masih sebagai saksi.

“(Naik atau tidak) tergantung hasil riksanya (pemeriksaan),” ungkapnya.

Pemeriksaan terhadap ACP, nantinya juga akan disinkronkan dengan barang bukti serta keterangan saksi lainnya. Dan setelah itu akan dilakukan gelar perkara.

“Teknisnya begitu,” ucapnya.

Hernowo mengatakan masih belum bisa berbicara banyak terkait perkembangan kasus ini. Karena, hingga kini polisi masih fokus meminta keterangan terhadap tersangka, L.

“Nanti ada perkembangan terbaru kami sampaikan,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, polisi berhasil menangkap L Sabtu (5/1) di Kijang, Bintan. Dari penyidikan dilakukan, L diketahui berperan mengambil pelat baja tersebut di kawasan Jembatan Dompak.

Dan L, juga berperan menjual pelat baja itu ke seseorang di Bintan. Satu kilogramnya pelat baja itu dijual Rp 3.500. Dari pengakuan L, hanya dapat bagian Rp 9juta, sedangkan ACP Rp 100juta dan sisa Rp 10juta untuk membayar upah lori. (ska)

Yuk Baca