foto: batampos.co.id / yulitavia

batampos.co.id – Kesulitan menemukan pekerjaan membuat Masrizal mengikuti pelatihan yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam. Mengganggur kurang lebih hampir delapan bulan ia berharap setelah mengikuti pelatihan dasar ini bisa mendapatkan pekerjaan.

“Sudah lama nganggur. Jadi pas dapat informasi ada pelatihan saya sangat ingin ikut,” kata dia usai mendaftarkan diri di SMPN 3 Batam, Sekupang, Sabtu (12/1).

Loading...

Ia mengatakan selama delapan bulan ia sudah berkeliling setiap hari mendatangi kawasan industri yang ada di Batam. Mulai dari Muka Kuning, Batamindo hingga Batuampar guna mendapapatkan pekerjaan.

“Setiap hari cari terus. Cuma kalau lelaki memang agak kesulitan mencari pekerjaan. Teman saya yang perempuan waktu sama- sama cari kerja sudah dapat, saya belum,” keluh pria asal Padang, Sumatera Barat ini.

Pria 23 tahun ini sebelumnya juga pernah bekerja di salah satu perusahaan sebagai operator. Ia memilih pelatihan dasar pipe filter di pelatihan kali ini.

“Belajar dulu yang dasar, setelah itu baru mau cari kerja lagi. Mana tau bisa magang di perusahaan pengerjaan pipa,” sebutnya.

Menurutnya setiap hari kawasan industri dipenuhi pencari kerja. Ia mengaku sudah berkali- kali mencoba memasukkan lamaran namun belum ada panggilan.

“Sekarang saya tinggal sama kakak, mudah-mudahan setelah ikut pelatihan ini saya bisa dapat kerja. Kan ada sertifikatnya nanti,” lanjutnya.

Hal serupa dikatakan peserta lainnya, Zahra Putri, perempuan berjilbab ini mengatakan sangat senang dengan pelatihan ini. Ia memilih mengambil pelatihan tata kecantikan karena ingin buka usaha salon kecantikan.

“Lumayan kan gratis. Jadi bisa modal dasar sebelum buka usaha,” kata dia.

Kepala Disnaker Batam, Rudi Sakyakirti mengatakan ribuan pencaker sudah mendaftar sejak pagi akan mengikuti serangkaian tes dan seleksi untuk berebut 912 kuota yang disediakan tahun ini.

“Antusias mereka sangat tinggi. Karena memang mereka butuh. Dan jenis pelatihan yang kami berikan ini memang yang dibutuhkan dunia kerja,” sebutnya.

Pelatihan ini dikhususkan bagi mereka yang memiliki e-KTP Batam. Saat ini puluhan ribu pencari kerja terdaftar di Disnaker. Ia berharap pelatihan ini bisa membantu pencaker untuk menemukan pekerjaan nantinya.

“Kami latih dulu yang dasar saja. Semoga dengan sertifikat yang kami berika bisa menjadi pertimbangan bagi perusahaan untuk menerima nantinya,” jeasnya.

Tes ini akan dilaksanakan selama dua hari. Peserta yang terpilih juga akan diberikan pelatihan atau magang di perusahaan selama tiga bulan.

“Yang terbaik akan kami carikan tempat magang. Kami sudah kerja sama dengan beberapa perusahaan. Kalau kinerja mereka bagus besar kemungkinan bisa dikontrak sama perusahaan tersebut,” jelas

Rudi mengatakan pendaftaran tidak saja diikuti mereka yang usia produktif, namun banyak juga dari kalangan ibu- ibu. Mereka kebanyakan memilih pelatihan garmen, tata boga dan tata rias.

“Berharapnya setelah pelatihan mereka bisa buka usaha sendiri. Dan menjadi wirausaha, karena kalau sudah tidak usia produktif perusahaan juga kadang ada batasan usia pekerja yang akan mereka terima,” sebutnya.

Sementara itu, ribuan pencari kerja (pencaker) berebut pendaftaran dan seleksi pelatihan yang digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam. Pendaftaran yang dibuka pukul 09.00 WIB akan digelar hingga Minggu (13/1). Peserta pelatihan membawa ijazah, kartu kuning hingga pas foto untuk mendaftar.

Setelah mendaftar, peserta langsung mengikuti seleksi ujian pengetahuan dasar. Hasilnya akan diumumkan 17 dan 18 Januari mendatang. Pelatihan rencananya akan digelar bulan Februari mendatang. Ada 32 pelatihan yang diberikan kepada pencaker diantaranya HRD, Scafolfing, piper filter, garmen, tata rias kecantikan, autocad, K3 dan lainnya.

Selain pelatihan pencari kerja, pelatihan atau peningkatan keahlian juga akan digelar bagi tenaga kerja. Disnaker membuka kesempatan peningkatan sertifikasi ini bagi tenaga kerja yang sudah bekerja di perusahaan. (yui)

Loading...