foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Perusahaan jasa pengiriman PT Pos Indonesia Batam menaikkan tarif sebesar 20 hingga 70 persen untuk biaya pengiriman barang.

Wakil Bidang Operasi, PT Pos Indonesia Batam, Muhammad Rusdi mengatakan penyesuaian tarif tersebut sudah berlaku sejak awal Januari lalu, lantaran adanya perubahan biaya logistik.

Loading...

“Kita sesuaikan karena adanya Surat Muatan Udara (SMU) yang diberlakukan maskapai,” ujar Rusdi saat ditemui, Jumat (11/1/2019).

Dia menyebutkan pihaknya tidak mungkin lagi menunda kenaikan. Pasalnya biaya SMU sendiri bisa naik sampai tiga kali dalam sebulan.

“Kami juga sudah lama tak menyesuaikan tarif. Nah tahun ini baru disesuaikan karena tak bisa ngerem biaya SMU,” katanya.

Menurutnya, kenaikan tarif yang disebabkan kenaikan tarif pesawat bukanlah menjadi faktor utama. Namun tergantung situasi kompetensi dan situasi pasar.

“Di Batam ini tidka bisa ngukur. Kadang naik kadang turun. Kalau barang lagi sepi pasti turun. Gak ada sebabnya pun bisa turun,” jelasnya.

Kenaikan tarif tersebut berdampak pada jumlah pengiriman barang. Sebelum penyesuaian, Pos Indonesia bisa melayani 20 hingga 35 ton barang dalam sebulan. Seperti yang terjadi pada Desember lalu yang bertepatan pada Hari Belanja Online Nasional (Harbonas). Namun untuk Januari 2019 cenderung terjadi penurunan.

“Namun untuk trennya naik dibandingkan Januari 2018 lalu,” jelasnya.

Rusdi berharap masyarakat bisa memahami kenaikan tarif yang dilakukan oleh pihaknya, mengingat mayoritas pengiriman dari Batam memang bergantung pada industri pesawat.

“Yang mengeluh pasti banyak. Tapi saya berharap bisa memakluminya karena semua jasa pengirim juga menaikkan tarif,” harapnya.

Sementara itu kenaikan tarif di Pos Indonesia diakui Jaenab, salah satu costumer Pos Indonesia yang tengah mengirim barang.

“Iya ada kenaikan 10 sampai 20 ribu untuk pengiriman ke Medan dan Padang,” kata penjual online asal Tiban ini. (une)

Loading...