foto: batampos.co.id / Cecep Mulyana

batampos.co.id – Tarif pesawat yang melambung belakangan ini, satu per satu akan turun harga. Targetnya 20 persen hingga 60 persen dari harga semula. Menurut Aso­siasi Maskapai Nasional In­donesia atau Indonesia National Air Carrier Association (INACA), mereka telah mulai menurunkan harga untuk beberapa rute penerbangan per Jumat (11/1/2019) lalu.

Namun, berdasarkan pantauan Batam Pos di beberapa aplikasi pembelian tiket online, harga tiket Batam-Jakarta untuk keberangkatan pekan depan dan dua pekan ke depan masih belum mengalami perubahan.

Loading...

Di Traveloka, misalnya, harga tiket untuk keberangkatan 23 dan 30 Januari paling murah adalah Rp 1.033.000. Jurusan Batam-Surabaya paling rendah Rp 1.133.000. Harga untuk dua jurusan tersebut masih jauh di atas harga yang berlaku sebelumnya di luar peak season.

Menurut Ketua Umum INACA, Ari Askhara, penurunan harga sudah dilakukan pada beberapa rute, di antaranya Jakarta-Surabaya, Jakarta-Yogyakarta, dan Jakarta- Denpasar.

”Akan dilanjutkan dengan rute penerbangan domestik lainnya,” katanya.

Menurut Ari, kenaikan tersebut sebenarnya wajar. Selain itu, tidak melebihi tarif batas atas. Kenaikan terjadi karena high season yang dihitung sampai hari ini. Kenaikan masih tidak melebihi tarif batas atas menurut Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 14 Tahun 2016.

Dia mengatakan, penurunan harga berkisar 20 persen hingga 60 persen dari harga saat  high season seperti saat angkutan Natal dan Tahun Bari kemarin.

Maskapai boleh memilih kisaran berapa harga tiketnya diturunkan.

Ada beberapa hal yang dipertimbangkan maskapai dalam penurunan ini. Termasuk harga avtur dan biaya bandara. Selain itu ramai tidaknya rute tersebut.

Selain itu, dia juga berjanji agar 10 persen hingga 30 persen kursi dikhususkan berbiaya lebih murah. Menurutnya, jumlah tersebut dialokasikan untuk masyarakat yang daya belinya menengah ke bawah.

”Seluruh anggota INACA dan seluruh jajaran terkait pemangku kepentingan layanan penerbangan nasional telah melaksanakan pembahasan intensif terkait penurunan biaya pendukung,” katanya.

Ari menegaskan, minggu depan akan melakukan pembicaraan dengan PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II, AirNav, dan Pertamina. Hal tersebut, menurutnya, agar selaras antara biaya pendukung layanan bandar udara dan navigasi dengan mekanisme pasar dan daya beli masyarakat.

Lebih lanjut Ari juga mengatakan agar maskapai harus melakukan penghematan. Hal itu dikarenakan laba bersih yang diterima diprediksi akan semakin menipis. ”Laba bersih maskapai di dunia ini kecil. Sekitar dua persen saja,” ungkapnya.

Dia berharap penurunan tarif tiket penerbangan tersebut dapat memberikan akses masyarakat terhadap layanan transportasi udara.

”INACA memastikan penurunan tarif tiket penerbangan tersebut sesuai dengan koridor regulasi dan aturan tata kelola industri penerbangan nasional. Selain itu, tetap mengutamakan keselamatan penerbangan dengan tetap meningkatkan pengawasan atas safety dan maintenance seluruh pesawat,” ucapnya.

Direktur Citilink, Juliandra Nurtjahyo, saat ditemui pada acara yang sama menuturkan bahwa pihaknya sudah mulai menurunkan harga sejak Jumat lalu. Dia mengakui bahwa tidak semua rute turun.

”Sejak Jumat sudah turun pada beberapa rute dan jam tertentu,” ungkapnya.

Citilink yang mendeklarasikan diri sebagai maskapai low-cost carier (LCC), Juliandra menegasakan bahwa tetap akan berpihak pada masyarakat. Dia berjanji 30 persen kursinya akan berharga paling murah.

Sementara itu, Direktur Niaga Garuda Indonesia, Pikri Ilham Kurniansyah, berharap agar efisiensi maskapai bisa dilakukan dari banyak hal. Misalnya saja holding atau waktu tunggu untuk landing maupun take off dikurangi.

”Kita minta AirNav untuk tidak terlalu lama melakukan holding,” ucapnya. Menurut Pikri, dengan berputar-putar pesawat di udara atau me­nunggu lama di taxiway akan membuang banyak bahan bakar.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan bahwa maskapai sebelumnya telah melakukan perang tarif dengan memberikan harga murah. Kenaikan harga tiket pesawat menurut Budi tidak melebihi batas atas, sehingga belum dilakukan penertiban. (lyn/JPG)

Loading...