batampos.co.id – Genap sepekan setelah dua penjaga parkir di Jembatan Barelang diamankan oleh Polda Kepri. Pungutan parkir di lokasi wisata ini tetap tidak sesuai ketentuan.

Merujuk pada Peraturan Daerah (Perda) nomor 3 tahun 2018 tentang Penyelenggaraan dan Retribusi Parkir Batam, seyogyanya tarif hanya Rp 1000 untuk motor dan mobil dikenakan tarif Rp 2 ribu.



Akan tetapi di lokasi ini, persis pinggir jalan sebelum jembatan, motor dikenakan Rp 5 ribu dan mobil Rp 10 ribu. Karcis parkir yang diberikan kepada pengunjung bukanlah karcis berlogo Dishub Batam. Pada karcis tertulis, ‘Karcis Parkir Kawasan Wisata Jembatan Barelang Kota Batam tahun 2018-2019’. Karcis ini berlaku sekali parkir dan kehilangan kendaraan bukanlah tanggung jawab pihak yang mengaku pengelola parkir tersebut.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Parkir Batam Jeksel Alexander Banik menegaskan tidak ada aturan yang mengkhususkan parkir untuk kawasan wisata.

“Belum ada (parkir khusus pariwisata), makanya kami belum berani masuk,” katanya, kemarin.

Untuk itu, ia menerangkan seharusnya penyelenggaraan parkir harus sejalan dengan aturan parkir di Batam.

“Kalau mereka mau pungut parkir, sementara seribu atau dua ribulah,” ucap dia.

Ia menerangkan, berbeda jika lokasi tersebut menerapkan biaya masuk.

“Tiket masuk kan beda dengan parkir,” imbuhnya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam Ardiwinata mengatakan, sejatinya di lokasi tersebut tidak ada pungutan parkir. Senada dengan yang disampaikan Alexander, Ardi mengatakan jikapun ada pungutan, hanya dikenakan pada pengunjung yang akan masuk kawasan.

“Ini akan masuk ke retribusi daerah,” kata dia.

Namun, ketika Batam Pos ke lokasi wisata tersebut, Sabtu (12/1). Tidak ada pungutan masuk kawasan alias gratis, yang ada hanya pungutan parkir diluar ketentuan, dan tidak berlogo Dishub Batam maupun Pemko Batam. (iza)

Loading...