Senin, 27 April 2026

Kisah Ethiopian Cargo Dipaksa Mendarat oleh TNI AU ke Batam

Berita Terkait

foto: puspen tni

batampos.co.id – Dua pesawat tempur F-16 Fighting Falcon TNI AU yang bermarkas di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru menurunkan paksa (forced down) pesawat Ethiopian Cargo ke Bandara Hang Nadim Batam, Senin (14/1/2019). Pesawat kargo milik Ethiopia itu terbang di luar rute yang telah ditentukan.

Pesawat dengan nomor registrasi ET-AVN Boeing B777 F60 itu terbang dari Ethiopia menuju Hongkong. Sa­at melintas di udara Indonesia, se­harusnya pesawat itu melewati ru­te ke arah uta­ra wilayah Aceh, lalu ma­suk ke wilayah udara Aceh, hing­ga akhirnya sampai di Hong Kong.

Namun, pesawat yang membawa enam pilot dan kru ini masuk Indonesia melalui wilayah udara Nias. Saat berada di langit Nias, Ethiopian Cargo terbang dengan ketinggian 41 ribu kaki.

Dari Nias, pesawat kargo tersebut berbelok ke wilayah udara Riau dan menurunkan ketinggian pada 32 ribu kaki. Setelah melakukan beberapa kali manuver, pesawat tersebut kemudian terbang menuju wilayah udara Kepri.

Saat memasuki wilayah udara Kepri, pesawat berada di ketinggian 10 ribu kaki. Pesawat ini kembali bermanuver aneh dengan berputar di atas Jembatan VI Barelang di Galang, Batam.

Melihat kejanggalan itu, petugas Airnav Indonesia sempat berkomunikasi dengan pilot pesawat asing tersebut. Namun, pilot tidak bisa menyebutkan izin atau flight clearance untuk memasuki wilayah Indonesia. Sehingga, TNI AU mengirimkan dua pesawat tempur jenis F-16 dari Skuadron Udara 16 untuk meng-intercept dan memaksa pesawat tersebut turun di Bandara Internasional Hang Nadim.

“Saat ini masih proses hukum dan penyelidikan oleh pihak TNI AU di Lanud Raja Haji Fisabilillah, Tanjungpinang,” kata Kasubdis Penum Dispen TNI AU, Letkol Sus M Yuris, Senin (14/1).

Ia mengatakan, pilot pesawat kargo asing itu berhasil diminta turun melalui komunikasi darurat oleh Kapten Pnb Barika dan Kapten Pnb Anang.

“Pesawat B777 ET-AVN mendarat pukul 09.33, disusul dua pesawat F16 TNI AU pukul 09.42,” ujarnya.

Terkait keberadaan pesawat asing ini, Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim, Suwarso, mengatakan pesawat tersebut saat ini parkir di depan terminal VIP Bandara Internasional Hang Nadim.

“Pesawat ini sepenuhnya di bawah wewenang TNI AU,” tuturnya.

Di dalam pesawat yang membawa muatan dua ton itu terdapat enam awak. Terdiri dari dua pilot, dua kopilot, dan dua teknisi.

Kedua pilot tersebut masing-masing John Ricard warga asal Kanada dan Abebe Bizuneh asal Ethiopia. Lalu dua kopilot Belacew dan Dabi asal Ethiopia. Sementara dua orang teknisi masing-masing Tegegne dan Zurgie asal Ethiopia.

Ke enam kru pesawat tersebut langsung menjalani pemeriksaan X-ray saat sampai di Bandara Hang Nadim, kemarin. Barang bawaan mereka juga diperiksa. Sementara dua pilot dan dua kopilot diperiksa secara khusus di ruang Airnav oleh TNI AU, Imigrasi, dan Bea Cukai di Bandara Hang Nadim, Batam.

Berdasarkan data dari situs pelacak aktivitas penerbangan flightradar24, pesawat Ethiopian Cargo telah melakukan beberapa kali penerbangan rute internasional sejak 7 Januari lalu. Di antaranya rute Kota Addis Ababa di Ethiopia ke Liege, Belgia, lalu Belgia-Tiongkok, kemudian Tiongkok-India.

Dari India pesawat ini kembali ke Ethiopia dan kemudian terbang ke Hongkong. Namun di tengah perjalanan, pesawat ini keluar dari rute penerbangan sehingga terpaksa diturunkan paksa TNI AU dan digiring ke Bandara Hang Nadim Batam, kemarin. (ska)

Update