
foto: batampos.co.id / putut ariyotejo
batampos.co.id – Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam memastikan lanjutan pemasangan alat pencatat transaksi (tapping box) tahun 2019.
Kepala BP2RD Batam Raja Azmansyah mengatakan, pihaknya kini menunggu proses administrasi oleh bank yang menjadi mitra pemasangan tapping box, yakni Bank Riau Kepri.
“Kami (internal BP2RD) sedang melakukan inventarisasi,” kata dia.
Menurutnya, pemasangan lanjutan tapping box berjalan lancar tanpa kendala yang berarti. Untuk diketahui, tapping box dipercaya dapat menekan kebocoran pendapatan daerah.
“Pemasangan 2019, kami berharap tak lewat Februari, semuanya sudah bisa running,” imbuhnya.
Rencana pemasangan tapping box pada 2019 ini yakni 500 alat. Namun karena tahun 2018 pemasangan tidak memenuhi target akan dilanjutkan pemasangannya tahun 2019 ini. Dengan demikian, target pemasangan tahun 2019 mencapai 600 alat.
“Hingga akhir tahun 2018 tercatat 400 tapping box yang kita pasang,” ungkap Raja.
Pemasangan alat pengawasan transasksi ini bertujuan meningkatkan tranparansi, akuntabilitas dan data yang valid dari seluruh wajib pajak dalam membayar kewajibannya. Dengan harapan dapat meningkatkan pendapatan daerah di Kota Batam. Disisi lain ia juga berharap ekonomi bisa meningkat, pariwisata membaik, secara otomatis akan menambah pendapatan daerah.
“Di sejumlah hotel dan restoran yang telah kita pasang, kontribusinya sangat signifikan terhadap pajak. PAD kita akan lebih baik,” tuturnya. (iza)
