Minggu, 26 April 2026

Dicari Peserta Magang ke Jepang

Berita Terkait

ilustrasi

batampos.co.id – Kepala Bidang Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, UKM dan Perindustrian Kabupaten Lingga Wahyudi Eka Putra akan menjaring seluruh putra daerah yang telah mengikuti latihan di sejumlah Balai Besar Pelatihan Kerja (BBPLK). Mereka merupakan SDM potensial untuk mengikuti program magang di Jepang.

“Kami telah menerima surat dari Dinas Ketenagakerjaan Provinsi untuk mengikutsertakan putra daerah Bunda Tanah Melayu program magang ke Jepang,” kata Wahyudi ketika ditemui di kantornya, Dabo Singkep, Jumat (18/1/2019) pagi.

Wahyudi menambahkan, program kerja sama dengan Negara Sakura ini menjadi program prioritas Kementerian Tenaga Kerja untuk meningkatkan SDM anak bangsa agar dapat bersaing dengan tenaga ahli dari negara lainnya. Untuk itu, Pemerintah kabupaten dan kota diminta untuk mempersiapkan putra untuk mengikuti program ini.

Kabupaten Lingga, kata Wah-yudi, berencana akan mengu-tus sejumlah putra asal Lingga untuk mengikuti program atau kegiatan yang memiliki nilai plus dalam hal peningkatan kualitas putra daerah. Sekaligus menambah kemahiran bagi anak yang telah mengikuti program pelatihan di sejumlah BBPLK.

Seperti diketahui Kabu-paten Lingga melalui Dinas Tenaga Kerja telah melakukan sejumlah program terkait peningkatan mutu SDM putra daerah yakni dengan bekerjasama dengan sejumlah BBPLK yang tersebar di sejumlah daerah di Indonesia. Program ini juga telah melahirkan SDM andal dari Kabupaten Lingga.

Program magang ke Jepang ini diperuntukkan bagi putra dengan batas usia minimal 19 tahun enam bulan dan umur maksimal 26 tahun.

Namun jika lulusan SMK dengan umur 18 diperbolehkan untuk mengikuti program yang terbuka untuk tamatan SMA sederajat hingga lulusan S1.

“Bagi lulusan nonteknik harus mengantongi 160 jam praktek, ini juga sebagai acuan untuk dapat mengikuti program ini,” katanya.

Selanjutnya bagi seluruh peserta atau yang berminat mengikuti program ini dapat membuat surat lamaran yang ditujukan kepada Gubernur Kepri Nurdin Basirun. Nantinya Pemerintah Provinsi Kepri yang menyaring untuk keberangkatan peserta dari masing-masing kabupaten atau kota. (wsa)

Update