C didampingi ibunya saat melapor ke SPKT Polresta Palembang. (Alwi Alim/JawaPos.com)

batampos.co.id – Gara-gara merasa dii-bully alias perundungan siswi SMA melaporkan sahabatnya ke polisi.

Adalah  C, 17, siswi sebuah SMA di Palembang melaporkan J, 17, ke polisi. Gara-garanya ia merasa di-bully.

Terlebih dia juga difitnah rekan SMA-nya. Akhirnya C berhenti sekolah.

Tidak hanya itu, warga Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Sekip Jaya, Kecamatan Kemuning Palembang, itu melaporkan rekannya J, 17, ke Polresta Palembang. Dia tidak terima difitnah oleh J.

Korban mengatakan, kejadian bermula saat dia bersama keluarga sedang berlibur ke Bangka, Sabtu (5/1/2019). Saat itu, J yang merupakan teman satu geng mengirim pesan.

J meminta C untuk sekalian pergi ke dukun santet di sana. Tujuannya untuk menyantet geng putri di sekolah yang sering membully mereka.

“Tapi saya tidak mau melakukannya dan dia (J) marah-marah kepada saya,” katanya saat ditemui di Polresta Palembang, Senin (21/1).

Tidak cukup hanya marah, J juga menyebarkan fitnah. C dituduh pergi ke dukun untuk menyantet geng putri lainnya. Dugaan fitnah itu dia tahu dari temannya.

Ia pun kemudian melaporkan kejadian ini ke pihak sekolah. Namun, pihak sekolah tidak mau terlibat. Justru, pihak sekolah menyarankan untuk membuat laporan ke polisi.

“Saya kecewa dengan pihak sekolah. Jadi ketika masuk ajaran baru saya berhenti sekolah dan melaporkan kejadian ini ke polisi,” terangnya.

Ia berharap laporan ini segera ditindaklanjuti dan diproses oleh pihak kepolisian. Sehingga, dapat memberikan efek jera kepada J.

“Saya harap cepat diproses pak, agar J jera atas perbuatannya,” tutupnya.

Sementara itu, Kasubag Humas, AKP Andi Hariyadi mengatakan, pihaknya telah menerima laporan tersebut. Pihaknya saat ini tengah menyelidiki kasus tersebut dan akan ditindaklanjut.

“Kami akan segera menindaklanjuti laporan tersebut,” pungkasnya. (jpc)