foto: pangestu untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Coba perhatikan foto diatas. Sudah….

Ada mobil parkir serong, eh, di belakangnya ada mobil yang parkir melintang. Otomatis mobil yang serong itu tidak bisa keluar. Apalagi mobil melintang yang menutupi jalan mobil parkir serong itu direm. Tak bisa didorong.

Loading...

Tak pelak pemilik mobil yang parkir serong itu geram tak ketulungan.

Adalah Pangestu si pemilik mobil yang diparkir serong itu.

Selasa, (22/1/2019) pagi hingga siang ia bertandang ke Pulau Belakangpadang. Sebuah pulau yang kerap disebut Pulau Penawar Rindu. Sebelum Pulau Batam berkembang menjadi metropolitan Belakangpadang ialah pulau yang telah berkembang.

Sekembali ke Batam, Pangestu harus menahan geram. Ia meminta tolong kepada petugas di Pelabuhan Domestik Sekupang untuk membantunya. Tapi tak ada yang bisa membantu.

Pangestu menuju ke konter informasi.

Petugas mengumumkan melalui pengeras suara. Namun, mobil terparkir itu bergeming.

“Ya, iya lah…. bisa jadi pemiliknya pergi ke Karimun atau kemana kan…” Pangestu masih meradang. “Kami bayar parkir kok tak dilayani.”

Beruntung ada sebuah mobil yang terparkir melintang bergerak keluar.

Pangestu pun punya peluang memundurkan mobilnya lalu meninggalkan halaman parkir pelabuhan.

Kondisi parkir yang belum sempura diakui oleh Kabid Komersil Kantor Pelabuhan BP Batam, Johan Effendi.

“Untuk kenyamanan memang belum bisa dirasakan, kami tengah dalam peningkatan kualitas,” sahut Johan melalui sambungan telepon dengan batampos.co.id

Kapasitas parkir di sana, menurut Johan sekira 200 mobil saja.

Sementara sistem perparkiran belum terbangun. Belum ada mesin penghitung jumlah lahan parkir tersisa seperti halnya di tempat parkir lain, misalnya.

“Saat ini parkir masih kami kelola sendiri,” lanjut Jo, demikian ia suka disapa.

Jo menambahkan pihaknya tengah membangun gerbang. Pun belum menarik tarif parkir.

“Apa yang dibayar saat masuk itu ialah pass, cuman Rp 2000. Kalau parkir kan progresif per jam akan naik biayanya,” urainya.

Johan berharap kesadaran pengguna parkir di pelabuhan domestik Sekupang untuk tahu kepada pengguna parkir lain.

“Ya kalau parkir melintang jangan di hand brake. Posisi gigi netral saja,” pesannya. “Tapi, ya… mungkin karena kebiasaan (direm, red) jadi imbauan ini tak bisa terlaksana dengan baik.” (ptt)

Loading...