Pramugari saat jumpa pers.

batampos.co.id – Ini kisah tentang seorang pria yang ditengarai berbobot 199 kiligram. Ia tengah naik pesawat. Tidak ada masalah.

Masalahnya ialah saat ia akan menggunakan toilet. Ia memaksa pramugari untuk melepas celananya. Tidak itu saja, ia tidak ingin pintu toilet ditutup dengan alasan “tidak bisa bernafas”.

Belum selesai pembaca.

Pria itu pun memaksa pramugari untuk membersihkan bagian belakang tubuhnya yang kotor tadi.

Kisahnya bermula saat pria itu naik pesawat EVA Air — maskapai ini hanya mempekerjakan kru perempuan – yang terbang dari Los Angeles – Taipei, Taiwan, Sabtu, pekan lalu.

Tentu saja permintaan pria itu menjadi hal berat bagi pramugari.

“Saya kira melepas celana penumpang itu bukan tugas saya,” ujar sang pramugari kala jumpa pers. “Saya bilang saya tak bisa tapi ia malah berteriak.”

Singkat cerita pria ini duduk ditoilet, ia tak mau tutup pintu.

Pramugari memaksa menutup. Tidak ada masalah.

Masalah timbul kala pria itu tak mau meninggalkan ruang toilet yang sempit itu sebelum ia dibantu membersihkan asetnya yang kotor.

Tentu saja permintaan itu ditolak.

Awalnya…

Pria itu bertahan.

Terpaksa deh, pramugari itu menggunakan sarung tangan latex, tiga lapis untuk membersihkan aset pria itu.

Di sini masalah itu muncul.

“Dia bilang, mmmm lebih dalam. Lalu ia meminta kepala kabin saya untuk melakukan sekali lagi,” kisah sang Pramugari.

Serikat pekerja pramugari itu menganggap hal itu ialah pelecehan seksual. Mereka meminta EVA untuk menuntuk pria penumpang itu. (ptt/news.com.au)

Loading...