Jumat, 1 Mei 2026

IPSI Fokus Regenerasi dan Pembentukan Karakter Atlet

Berita Terkait

batampos.co.id – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Batam berencana menggelar Musya-warah Kota (Muskot) di awal tahun ini, untuk mencari sosok ketua IPSI Kota Batam. Hingga saat ini proses suksesi Ketua IPSI Kota Batam sudah memasuki tahapan penjaringan calon.

Ketua IPSI Kota Batam Toto Sumito mengatakan, setelah selesai tahapan penjaringan calon, maka Muskot IPSI Batam segera digelar. Saat ini memang masih memasuki tahapan penjaringan bakal calon ketua.

“Setelah menemukan sosok yang sesuai dengan kriteria dari tim penjaringan, barulah bisa memasuki tahapan selanjutnya,” tegas Toto, Rabu (23/1).

Selain muskot, Toto menjelaskan beberapa program tengah digalang IPSI Kota Batam untuk meningkatkan pembinaan pencak silat. Di antaranya program sosialisasi dan regene-rasi atlet silat. Yang menjadi fokus perhatian utama IPSI Kota Batam adalah regenerasi atlet. Hal ini penting mengingat tidak boleh terjadi kekosongan atlet di kategori kelompok umur.

Selain itu, program sosialisasi juga dijalan-kan IPSI Batam. Bahkan untuk semakin menyebarluaskan pencak silat di seluruh Batam, salah satu yang tengah dikembangkan adalah pelatihan dengan bekerja sama perumahan-perumahan dan masjid.

Pelatihan digalakkan di perumahan-perumahan dan masjid yang ada di Batam. Mereka dikenalkan dengan pencak silat sejak usia dini. Selain sosialisasi kami juga mencari bibit-bibit unggul atlet pencak silat, dan juga dimaksudkan untuk memberikan kegiatan positif generasi muda.

ilustrasi

Selain itu, IPSI Batam juga tetap menggelar kejuaraan-kejuaraan rutin. ”Dua kali dalam setahun, IPSI Cup digelar,” papar Toto.

”IPSI Cup biasanya digelar di bulan Juni dan November. Ini memang agenda rutin,” sambungnya.

Hanya saja, kata Toto, keberlangsungan dari kejuaraan yang digelar oleh IPSI bergantung pada anggaran yang diberikan pemerintah.

”Memang kami memiliki keterbatasan dana dalam penyelenggaraan. Kami mengajukan dua kejuaraan setiap tahunnya, hanya saja belum tahu berapa anggaran yang diperuntukkan bagi cabor pencak silat,” ujarnya.

Toto juga mendorong pada anggota dewan untuk memunculkan peraturan daerah yang berpihak pada pembinaan prestasi olahraga di Batam. Menurutnya harus ada pos tersendiri dalam APBD Kota Batam bagi pembinaan keolahragaan.

”Harus dimunculkan perda yang mengatur anggaran bagi pembinaan prestasi keolahragaan di Batam. Entah itu satu persen dari anggaran, atau dua persen, yang penting harus ada untuk pembinaan keolahragaan di Batam,” tegas Toto.

IPSI Kota Batam juga mendorong agar perguruam-perguruan silat menggelar kejuaraan-kejuaraan.

”Kejuaraan ini untuk meningkatkan motivasi atlet pencak silat untuk meraih prestasi. Juga ajang penilaian sejauh mana proses latihan yang telah dilakukan oleh atlet. Juga menjadi ajang silaturahmi antarperguruan pencak silat di Batam,” bebernya.

Tak kalah penting, demi pembinaan prestasi olahraga di Batam adalah pembentukan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar Daerah (PPLPD). Menurutnya keberadaan lembaga ini akan menjadi fokus pembinaan atlet usia muda dan pelajar di Batam.

”Ini sesuai dengan visi dan misi pembinaan atlet oleh IPSI Batam. Yakni pembentukan karakter atlet terutama atlet pencak silat,” tutur Toto.

Menurutnya, karakter atlet bukan dibentuk melalui proses yang singkat. Ini adalah hasil yang didapatkan selama proses latihan. Dan IPSI Kota Batam kini tengah fokus untuk membentuk karakter atlet pencak silat menjadi seorang pesilat sejati.(yan)

Update