
batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi meminta agar Camat dan Lurah seluruh Batam tidak membedakan lokasi percepatan Infrastruktur Kelurahan (PIK). Lokasi yang dikerjakan haruslah prioritas sesuai dengan kebutuhan mendesak masyarakat.
“Camat dan Lurah jangan ada yang membedakan ini daerah yang mendukung saya atau tidaknya. Yang terpenting adalah yang prioritas,” ujar Rudi.
Menurut dia, proyek pengerjaan PIK juga wajib dikerjakan oleh masyarakat, bukan orang proyek atau kontraktor. Hal itu demi membantu ekonomi masyarakat ditengah kondisi ekonomi saat ini.
“Pekerjanya harus dari masyarakat setempat, karena ini bentuk pembedayaan masyarakat di tengah lesunya perekonomian,” pesannya.
Dikatakan Rudi, saat ini jumlah anggaran PIK per Kelurahan Rp 1,3 miliar. Naik dibanding tahun lalu yang hanya Rp 1 miliar. Ditambah lagi dengan program dana alokasi khusus perkelurahan Rp 350 juta.
“Saya berharap anggaran ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin sesuai dengan kebutuhan prioritas masyarakat. Ini semua dilaksanakan dan diawasi langsung masyarakat bersama kelurahan,” tegas Rudi lagi.
Sementara Camat Batuampar Tukijan mengamini pesan dari Walikota Batam. Menurutnya lokasi PIK Batuampar adalah skala prioritas tinggi. Lokasi PIK pun berdasarkan hasil Musrembang tahun lalu.
“Di Batuampar ada 45 titik lokasi PIK, itu terbagi di 4 Kelurahan yang ada di Kecamatan Batumpar,” kata Tukijan.
Dikatakannya, 45 titik itu diantaranya terdiri dari semenisasi jalan lingkungan, pavling blok dan drainase.
“Untuk data perkelurahan saya sedang tak pegang,” imbuh Tukijan. (she)
