Jumat, 10 April 2026

Terimbas Bagasi Berbayar, Omzet UKM Batam Turun Drastis

Berita Terkait

foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Manajer Operasional Nayadam (jajan oleh oleh khas Batam), Syarif Hidayatullah menuturkan, dampak bagasi berbayar sudah mulai dirasakan oleh pelaku UKM yang bergerak di bidang oleh-oleh khas daerah. Biasanya, ia bisa mengumpulkan omzet Rp 5 juta hingga Rp 6 juta per hari, kini menurun drastis hanya Rp 2 jutaan.

”Dampaknya omzet turun hampir 60 persen. Orang jadi berpikir dua kali mau beli oleh-oleh,” ujar Syarif.

Diakuinya, seperti outlet Nayadam yang berada di Nagoya dan bandara. Jika pihaknya menawarkan, alasan pengunjung takut dikenakan charge oleh maskapai penerbangan yang menerapkan bagasi berbayar.

”Belinya sedikit-sedikit. Palingan satu buat makan atau dua untuk dibawa balik yang bisa dimasukkan ke dalam tasnya,” katanya.

Syarif menilai, dengan kondisi perekonomian yang belum stabil, ditambah lagi dengan adanya kebijakan ini membuat daya beli masyarkat makin menurun.

Apalagi Batam merupakan daerah kepulauan, dimana transportasi yang digunakan sebagian besar menggunakan pesawat.

”Berbeda kita tinggal di Jawa. Bisa lewat darat. Batam langsung terasa dampaknya,” ujar Syarif.

Ia juga berharap kebijakan ini bisa dikaji ulang, karena sangat merugikan pelaku UKM.

”Harapan kami bisa kembali pulih,” harap Syarif.(rng)

Update