Selasa, 28 April 2026

Waskita Karya Jual Enam Ruas Tol

Berita Terkait

ilustrasi

batampos.co.id – PT Was­kita Karya (Persero) Tbk (WSKT) pada tahun 2019 berencana untuk melakukan divestasi atas 18 ruas jalan tol yang dimiliki saat ini. Sejak awal Waskita tidak berencana untuk menjadi operator dan pemilik jalan tol, namun lebih menjadi pengembang atas ruas jalan tol dimaksud.

“Sehingga pada saat ruas jalan tol tersebut beroperasi Waskita akan segera menawarkan ruas jalan tol tersebut kepada investor yang berminat,” ungkap Senior Vice President Corporate Secretary PT Waskita Karya (Persero) Tbk Shastia Hadiarti.

Dana yang diperoleh dari divestasi akan digunakan untuk mengembangkan investasi Waskita baik melalui investasi di jalan tol maupun investasi di bidang infrastruktur lainnya. Pada saat ini Waskita tengah melakukan proses untuk merubah salah satu kegiatan operasi anak usaha yang awalnya hanya fokus pada investasi di bidang energi saja, menjadi investasi di bidang infrastruktur lainnya.

“Yang di divestasi adalah hak konsesi atas pengelolaan jalan tol,” imbuhnya.

Tahun ini Waskita akan mendivestasi enam ruas tol trans Jawa. Hak konsesi ruas-ruas tol tersebut adalah milik Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

“Rata-rata 40 tahun untuk konsesi atas pengelolaan,” jelasnya.

PT Waskita Karya mempro-yeksikan arus kas operasi di akhir tahun 2018 positif bersumber dari pembayaran atas proyek turnkey dan non turnkey serta dana talangan tanah sebesar Rp 36,75 triliun sepanjang tahun 2018.

Pembayaran proyek tersebut diterima atas pembayaran Proyek Jalan Tol Batang-Semarang sebesar Rp 5,75 triliun, proyek Light Rail Transit (LRT) Palembang sebesar Rp 3,9 triliun, proyek Tol Pasuruan-Probolinggo sebesar Rp 2,1 triliun, proyek Tol Salatiga-Kartasura sebesar Rp 2 triliun, proyek Ruas Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung (porsi VGF Tol Semarang-Batang) senilai Rp 1,96 triliun, penerimaan proyek lainnya sebesar Rp 18,23 triliun serta adanya pengembalian dana talangan tanah sebesar Rp 2.81 triliun.

Sementara itu, Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah merelakan sebagian aset tanahnya digunakan untuk pembangunan infrastruktur. Ada 12 proyek strategis nasional (PSN) yang dibangun dan lokasinya melewati tanah milik Mabes TNI, TNI Angkatan Laut (AL) dan TNI Angkatan Darat (AD). Proyek-proyek tersebut terdiri dari jalan tol, jalur LRT, dan kereta cepat.(nis/rin/tau/jpg)

Update