batampos.co.id– Tiada ada lagi helm yang berjejeran di depan pintu imigrasi. Dan tak terlihat calo-calo paspor yang berkeliaran menawarkan jasanya, untuk pengurusan pembuatan paspor.
Kini, yang terlihat hanyalah pemandangan calon pemohon paspor dengan tertib, tanpa berdesak-desakan ke Kantor Imigrasi Batam. Kondisi ini sudah berlangsung dalam beberapa tahun ini. Karena imigrasi Batam terus melakukan perbaikan pelayanan pembuatan paspor.
Perbaikan dilakukan Imigrasi Batam tak hanya dalam bidang pelayanan pembuatan paspor saja. Namun juga di pengawasan dan penindakan, salah satunya menghambat arus penyelundupan TKI ilegal. Pemeriksaan secara ketat diberlakukan, mulai dari pembuatan paspor hingga di pintu-pintu keluar menuju luar negeri.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam Lucky Agung Binarto mengatakan terus melakukan inovasi tiada henti, untuk dapat memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat.
“Tiada hari tanpa inovasi. Saya terus meminta jajaran memberikan pelayanan imigrasi terbaik,” katanya, Kamis (24/1).
Ia mengatakan beragam inovasi telah diciptakan jajaranya, untuk memudahkan masyarakat dalam pengurusan paspor. Tapi kemudahan diberikan, bukan tanpa pengawasan. Buktinya sepanjang tahun 2018, Imigrasi Batam menolak 84 permohonan paspor yang diduga akan disalahgunakan.
“Kami melayani dengan setulus hati. Tapi apabila permohonan ini diduga diselewengkan, kami tindak tegas. Penyalahgunaan paspor ini sering digunakan untuk bekerja di luar negeri secara ilegal,” ungkapnya.
Terkait pelayanan, Lucky mengatakan telah menerapkan sistem antrian via WhatsApp. Sistem ini memudahkan masyarakat untuk mengantri pembuatan paspor. Calon pemohon paspor dapat mengetahui nomor antrian dan waktu pemanggilan.
Kini, sistem ini akan mengalami pembaharuan. Demi memudahkan masyarakat, sedang dicanangkan sistem antrian menggunakan aplikasi. Namun, hingga sistem aplikasi dapat berjalan sepenuhnya, Lucky mengatakan masyarakat dapat menggunakan antrian via WhatsApp.
Imigrasi Batam juga memiliki Anjungan Paspor Mandiri. APM ini memudahkan masyarakat menginput data paspor. Saat ini, APM hanya ada di Mall Pelayanan Publik, Batamcenter.
“Ini masih dalam tahapan uji coba, apabila ini dirasa berhasil membantu pelayanan. Kami akan tambah lagi APM ini, minimal penambahan 3 unit lagi,” tuturnya.
Demi mendekatkan diri dengan masayrakat, Imigrasi Batam telah membangun beberapa tempat pelayanan keimigrasian di beberapa tempat.
“Selain Kantor Utama di Batamcenter, kami juga hadir di MPP, ULP (Unit Layanan Paspor) Harbourbay,” ungkap Lucky.
Masyarakat yang telah menyelesaikan proses perekaman paspor, dapat menunggu dokumen paspornya di rumah. Bekerjasama dengan PT POS, imigrasi Batam memudahkan masyarakat dalam pengambilan dokumen paspor. Masyarakat tidak perlu lagi repot datang kembali ke kantor imigrasi. “Cukup menunggu di rumah, paspornya datang diantar petugas POS,” ujarnya.
Namun, bagi yang tidak ingin diantar paspornya. Pihak imigrasi memberikan layanan SMS (Short Message Service) gateway. Layanan ini merupakan pemberitahuan melalui pesan singkat ke pemohon terkait selesai atau tidaknya dokumen paspor.
“Kami juga memiliki layanan paspor kolektif dan pelayanan paspor jemput bola. Untuk kenyamanan jajaran imigrasi, kami sudah membangun rumah susun sewa imigrasi,” tuturnya.
Lucky mengatakan tahun 2017 jajaranya telah menerbitkan sebanyak 48.031 paspor. Jumlah ini meningkat seiring bertambahnya tempat-tempat pelayanan pembuatan paspor, tahun 2018 tercatat sebanyak 73.138 paspor diterbitkan. “Tahun 2018 itu kami menerbitkan sebanyak 18.833 paspor 24 halaman, 44.364 paspor 48 halaman dan 9.941 elektronik paspor,” ungkapnya.
Pelayanan ditingkatkan, pengawasan juga dikuatkan. Lucky mengatakan ada aplikasi yang dapat mengawasi orang asing yang berada diatas kapal, baik saat berlabuh maupun sedang melintas di perairan Batam.
“Pengawasan orang asing ini tidak hanya di laut, darat juga. Selama 2018, kami menolak 320 orang WNA yang masuk ke Batam,” ungkap Lucky.
Penolakan orang asing ini mulai dari dokumen yang tak lengkap hingga tingkahlaku yang tidak menghormati hukum dan aturan di Indonesia.
“Sedangkan yang udah masuk ke Batam, lalu berulah. Kami deportasi sebanyak 89 orang,” tuturnya.
Lucky mengatakan imigrasi Batam terus berbenah. Ia berharap masyarakat terus memberikan dukungan, serta masukan. Agar perkembangan pelayanan imigrasi terus menuju ke arah yang lebih baik.
“Saya mengucapkan terimkasih kepada seluruh masyarakat Batam atas dukunganya selama ini,” pungkasnya. (ska)
