batamspo.co.id – Pengusaha yang bergerak di sektor pariwisata mulai mengeluhkan mahalnya harga tiket pesawat saat ini.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam Jadi Rajagukguk membenarkan banyaknya keluhan dari dunia usaha di Batam yang bergerak di sektor pariwisata. Bagi Batam yang merupakan salah satu tujuan wisata, baik asing maupun Nusantara (domestik), naiknya harga tiket pesawat untuk penerbangan domestik sangat memberatkan.
Wisatawan Nusantara maupun asing banyak yang menahan diri bepergian ke Batam karena tingginya biaya pesawat. Otomatis hal ini berpengaruh pada pendapatan biro perjalanan wisata (travel), hotel, restoran, dan sektor terkait lainnya.
”Turis harus mengeluarkan uang lebih banyak saat berwisata di Indonesia. Sehingga banyak yang membatalkan kunjungannya,” ujar Jadi, Sabtu (26/1).
Meskipun ini kebijakan secara nasional, namum Kadin Batam ikut keberatan. ”Saya kira menteri perhubungan harus bisa selesaikan ini. Pemerintah harus segera bertindak,” ujarnya.
Sedangkan Ketua Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Aptiknas) Brian Lase mengatakan pengusaha jual beli online juga mengeluhkan kenaikan dari ongkos pengiriman.
”Dari kurir, naiknya bisa 10 hingga 15 persen. Saya belum cek yang terbaru, tapi menurut kabar, harganya naik lagi,” paparnya.
Dalam jual beli online, ada lima hingga sepuluh komoditas barang yang diperjualbelikan. Dua yang paling populer adalah barang elektronik dan pakaian.
”Banyak pembeli keberatan. Mereka bertanya-tanya kok bisa naik. Kita tak tahu harus menjawab seperti apa karena itu kebijakan pusat,” ucapnya lagi.
Terkadang, pembeli malah membatalkan pesanannya. Sehingga penjual merugi. ”Kalau penjualan turun lima persen itu sudah biasa. Tapi ini sudah turun 30 persen,” ujarnya. (leo)
