batampos.co.id – Hari ketiga penyelenggaraan Batam Pos-Honda Student Basket Ball Leagua (HSBL) IV 2019 menjadi ujian berat bagi beberapa tim. Dalam pertandingan yang digelar di GOR Sekolah Yos Sudarso, Batam Center, Minggu (27/1), tak hanya kemampuan yang diuji, tetapi juga kedisiplinan.

Seperti yang dialami tim SMAN 4 saat harus menjajal ketangguhan SMA Maitreyawira. Dengan terpaksa, SMAN 4 harus menerima kekalahan WO lantaran kurang jumlah pemain. Padahal panitia sudah memberikan ketentuan saat technical meeting tidak boleh terjadi keterlambatan jadwal pertandingan.

Sedang laga antara SMA Ananda berhadapan dengan SMA Mondial berlangsung seru. Meski secara teknik SMA Ananda jauh lebih unggul, tetapi SMA Mondial berani menampilkan permainan menyerang. Di kuarter pertama susul menyusul perolehan skor terjadi, tetapi SMA Ananda berhasil mengasai jalannya pertandingan. Kecepatan pemain SMA Ananda sulit untuk ditahan defend SMA Mondial.

Perbedaan kualitas pemain tampak di akhir kuarter pertama. Tampil trengginas dengan menekan defend SMA Mondial beturut-turut SMA Ananda berhasil mencetak tujuh poin. Tujuh poin itu dihasilkan dari dua kali lay up dan satu kali shooting three point. Kuarter pertama ditutup dengan kemenangan SMA Ananda dengan skor 16-10.

Di awal kuarter kedua SMA Mondial tampil menekan. Mengandalkan kecepatan yang dimiliki forward-nya, SMA Mondial berusaha mengurangi defisit poin. Meski demikian, SMA Ananda berhasil menambah perolehan poinnya. Bahkan shooting-shooting three point dari pemain SMA Ananda sering menambah perolehan poin. Di kuarter kedua ditutup dengan kemenangan SMA Ananda dengan skor 26-15.

Memasuki kuarter ketiga situasi belum berubah. Ananda mengandalkan kecepatan Desmon membombardir defend yang diterapkan oleh SMA Mondial. Meski jual beli serangan terus terjadi, tetapi selisih perolehan poin yang didapat dari dua kuarter sebelumnya mengamankan langkah Ananda. Kuarter ketiga ditutup dengan keunggulan Ananda 35-24.

Memasuki kuarter terakhir, Mondial belum menyerah. Dengan hanya menyisakan defisit sebelas poin, Mondial masih berambisi untuk bisa meraih kemenangan. Tetapi kembali SMA Mondial kesulitan untuk menutup pergerakan Desmon. Bahkan berupaya menahan, tetapi justru pemain seringkali mendapat foult. Ini membuat pemain Mondial mulai kebingungan untuk mendekati perolehan poin Ananda.

Ananda semakin tak terbendung. Kerja sama antara Desmond dan Agus Rey berhasil mengoyak defend yang digalang Castillo dan Aaroon. Selisih perolehan kian jauh. Ananda menutup kuarter keempt dengan skor 52-26.

Pelatih SMA Mondial Pardo mengatakan perbedaan kualitas pemain memang tak bisa dipungkiri. Terutama dalam hal skill pemain cadangan. ”Kalau untuk starter memang kami masih bisa menandingi kemampuan pemain Ananda. Tapi jika bicara masalah pemain bench, jauh berbeda. Ini permasalahan yang harus segera dicari solusinya,” keluhnya.

Pardo mengakui dalam pertandingan ini dirinya sengaja memberikan pengalaman bertanding dan jam terbang pada pemain bench. Tetapi Pardo berharap bisa meraih kemenangan di laga selanjutnya.

”Kami harus bisa lolos dari fase grup. Dan baru kami akan berfikir target selanjutnya. Kami berharap bisa lolos ke final dan bertemu kembali SMA Ananda,” ujarnya optimis.

Sedangkan Pelatih SMA Ananda Mustofa mengatakan performa anak asuhnya tengah menurun meski bisa meraih kemenangan. ”Sepertinya fisik masih menjadi permasalahan besar kami,” keluhnya.

”Melihat hasil hari ini (kemarin, red) tentunya para pemain harus bisa menerapkan pola istirahat untuk bisa meraih kemenangan di laga selanjutnya,” sambungnya.

Di pertandingan lainnya, SMAN 16 Batam harus mengakui keperkasaan SMAN Bintan Utara. Di kuarter pertama SMAN Bintan Utara menang dengan skor 0-22. Sedang di kuarter kedua SMAN Bintan Utara menang dengan skor 11-47.

Di kuarter ketiga permainan belum berubah dan masih menjadi milik SMAN Bintan Utara. Kuarter ketiga dimenangkan SMAN Bintan Utara dengan skor 13 -66. Dan kuarter keempat ditutup dengan skor 14-80 tetap untuk keunggulan SMAN Bintan Utara atas SMAN 16.

Selanjutnya, SMAN 1 Batam yang menghadapi SMAN 17 kemarin berlangsung sengit. Meski demikian, SMAN 1 masih menjadi lawan yang tangguh bagi SMAN 17. Pertandingan ini dimenangkan oleh SMAN 1 dengan skor 49-11. (yan)