
batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam memastikan lelang pengelolaan air setelah konsesi dengan ATB berakhir akan tetap dijalankan. Kepala BP Batam yang baru, Eddy Putera Irawadi juga sudah menginstruksikan agar lelang tetap dilanjutkan karena berkaitan dengan ketersediaan air baku bagi masya-rakat Batam.
”Untuk melelang pengelolaan barang milik negara (BMN), BP harus menghitung dulu total nilai aset selama masa konsesi dengan ATB berlangsung,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Air BP Batam Tutu Witular, Senin (28/1).
Nilai aset ini akan dicatat oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), baru kemudian bisa dilakukan proses pengakhiran konsesi dengan ATB yang telah dilakoni selama 25 tahun. Aset ini nantinya akan kembali juga ke pemerintah pusat.
”Nilai asetnya harus dilaporkan ke DJKN dulu, baru bisa dilakukan persiapan pengakhiran. Kemudian lelang bisa dibuka. Dengan nilai aset diketahui, maka bisa dianalisis berapa profit sharing (PS) nanti,” tambahnya lagi.
Untuk kriteria peserta dan penentuan calon pemenang, BP masih berpegang pada peraturan sebelumnya. Bunyinya pemenang dari lelang ini harus berpengalaman dan punya kemampuan finansial yang baik. Untuk pengelolaan air berikutnya, tak sepenuhnya akan dilakukan swasta dari hulu ke hilirnya. Dua bagian itu akan dipisah. Dari tujuh instalasi pengolahan air (IPA) yang ada di Batam saat ini, diperkirakan akan dipilih satu atau dua pengelolanya.
Persentase kepemilikan investor lokal mesti lebih besar dibandingkan saham milik negara luar atau asing. Begitupun dengan sistem kerjanya.
Terpisah, Ketua Yayasan Lem baga Konsumen Indonesia (YLKI) Batam, Fachri Agusta mengatakan lelang pengelolaan air harus tetap berjalan karena menyangkut kepentingan masyarakat Batam terhadap kebutuhan air bersih. Ia menyarankan, lebih baik pengelola di masing-masing waduk atau dam dijalankan oleh perusahaan yang berbeda.
”Keuntungannya bisa dapat variasi harga karena situasi pengelolaan air di masing-masing dam kan berbeda tergantung kondisi alamnya,” katanya.
Dari variasi harga akan diperoleh harga yang relevan yang bersahabat bagi masya-rakat.
”Di samping itu, karena banyak pelaku usaha yang terlibat akan membuka lowongan kerja baru yang luas bagi masyarakat,” katanya.(leo)
