batampos.co.id – Belasan sopir tanki air gelar aksi unjukrasa di depan sebuah perusahaan galangan kapal di Tanjunguncang, Senin (28/1) pagi. Mereka menuntut agar tunggakan air yang belum dibayar sekitar Rp20 juta segera dibayar pihak perusahaan.
Aksi para sopir tanki ini berlangsung damai. Mereka hanya mempertanyakan kejelasan kapan tunggakan tagihan air itu dibayar dengan melakukan orasi dan memajang tulisan tuntutan mereka di depan perusahaan.
“Kami butuh uang. Harus kasih makan keluarga, bayar tagihan dan lain-lain. Kapan mau dibayar pak. Sudah setahun tunggakan ini,” tariak Sarjani Nababan, koordinator para sopir tanki.
Menurut Sarjani, kumpulan sopir tanki ini merupakan karyawan salah satu perusahaan penyalur air bersih ke perusahaan galangan. Sudah setahun mereka menyuplay air ke dalam perusahaan dengan total mencapai 20.250.000 liter atau senilai Rp 20 juta. Namun sampai siang kemarin pihak perusahaan penerima air tak kunjung bayar tagihan air tersebut. Imbasnya perusahaan tempat kerja tak bisa bayar gaji mereka.
“Kami yang jadi sengsara. Kerja tak bergaji karena tunggakan tagihan ini,” kata Sarjani.
Aksi para sopir tanki ini akhirnya ditanggapi pihak perusahaan. Pihak perusahaan akhirnya menemui para sopir tanki tersebut untuk mediasi.
Pihak perusahaan galangan, saat dicoba konformasi enggan memberika statemen dengan alasan manajemen sedang sibuk.
“Manajemen tak mau pak. Maaf ya,” ujar Firdaus, sekuriti depan gerbang perusahaan galangan tersebut. (eja)
