batampos.co.id – Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) tahap satu yang akan digelar Februari mendatang diperuntukkan bagi honorer K2.

“Arah hasil Rakornas kemarin, yang akan direkrut tahap pertama adalah sisa K2,” ucap Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKP SDM) M Sahir di Kantor Wali Kota Batam, Senin (28/1/2019) .

Ia menyampaikan, jumlah K2 akan sisa seleksi CPNS 2013 sebanyak 253 orang. Namun belakangan, 5 orang diantaranya lulus seleksi CPNS 2018, dua orang meninggal, dan tiga orang mengundurkan diri.

“Jadi sekarang yang tersisa 243 orang. Jumlah ini akan kami usulkan,” kata dia.

Menurut dia, kebetulan seluruh K2 yang tersisa merupakan guru yang tersebar di SD dan SMP Batam. Lalu bagaimana dengan kebutuhan lain seperti tenaga kesehatan, karena sebelumnya Menpan RB Syarifuddin menyebutkan tahap satu seleksi P3K selain guru juga diperuntukkan untuk tenaga kesehatan, seperti dokter dan perawat. Soal ini, Pemko Batam menunggu informasi dari Kemenpan RB.

“Tunggu informasi pusat, formasi untuk Batam belum kami terima juga,” imbuhnya.

Merujuk pada pernyataan Menteri Syafruddin, tahun ini sebanyak 150 ribu P3K. Tahap satu 75 ribu orang, dan tahap dua 75 orang untuk umum.

Sahir menambahkan, seleksi P3K sama dengan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), termasuk tes berbasis komputer. Yang membedakan yakni batas umur 35 tahun tidak ada di seleksi P3K.

“Setahun sebelum pensiun bisa ikut (P3K), artinya sampai umur 55 bisa, kalau guru sampai umur 59 tahun,” terangnya.

Sebelumnya, Menpan RB Syafruddin mengatakan, rekruitmen P3K merupakan salah satu jalan yang disiapkan oleh pemerintah agar para honorer maupun umum yang terkendala umur agar dapat jadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Banyak yang telah mencurahkan tenaga bagi bangsa dan bercita-cita tinggi jadi ASN. Mereka tak bisa dilupakan begitu saja,” imbuhnya.

Ia menilai, mempersiapkan ASN yang mumpuni adalah keharusan guna menyongsong visi indonesia 2045, yang diprediksi akan menjadi lima besar negara dunia dari semua aspek. Rekruitmen ASN merupakan momentum penting membangun ASN yang berkualitas yang tangguh penyangga birokrasi pemerintahan.

“Dalam birokrasi, aset utama adalah ASN. Mereka yang akan memutar roda birokrasi, yang berpikir dan melahirkan ide. Organ vital pemerintahan dan bahkan kemajuan bangsa,” imbuhnya. (iza)