Selasa, 28 April 2026

Kue Keranjang Jelang Imlek

Berita Terkait

Foto: batampos.co.id / cecep mulyana0

batampos.co.id – Kue keranjang atau dodol menjadi makanan wajib masyarakat Thionghoa saat imlek. Tak hanya dimakan, kue ini juga digunakan sebagai sesaji pada upacara sembahyang leluhur, terutama tujuh hari menuju imlek.

Kue bernama asli Nian Gao ini dibuat dari tepung ketan yang punya sifat lengket. Ini punya makna persaudaraan yang begitu erat dan selalu menyatu. Sedangkan bentuk bulat kue keranjang tanpa sudut di semua sisi melambangkan pesan kekeluargaan, tanpa melihat ada yang lebih penting dibanding lainnya dan akan selalu bersama tanpa batas akhir.

Karena itu, tak heran jelang imlek jumlah kue keranjang mulai banyak dijual pedagang-pedagang Thionghoa. Harga yang ditawarkan pun bervariatif, mulai Rp 8 ribu hingga puluhan ribu. Tergantung besar dan kecilnya.

Alie, pedagang di pasar Mitraraya Batamcenter mengatakan kue keranjang hanya ada jelang perayaan imlek. Kue tersebut memiliki makna dan harapan besar bagi warga di pergantian tahun baru cina.

“Harganya macam-macam, tergantung ukuran. Rasanya manis, lengket. Sama seperti dodol,” ujar Alie.

Menyantap kue keranjang, diharapkan sepanjang tahun itu hidup akan berjalan dengan manis penuh keberuntungan. “Ada yang makan, ada juga yang untuk sembahyang,” imbuhnya.

Menurut dia, biasanya kue keranjang disusun ke atas makin kecil. Hal itu bermakna peningkatan rezeki atau kemakmuran.
“Ya beda-beda orang cara menyajikannya,” pungkas Alie.

Banjirnya kue keranjang tak hanya di pasar-pasar tradisional, namun juga supermarket – supermarket di Batam.

Update