
batampos.co.id – Dinas Koperasi dan UMKM Kota Batam tahun ini akan memberikan pelatihan kepada pelaku UKM di setiap kelurahan. Anggaran ini masuk dalam program percepatan infratruktur keluharan yang bersumber dari anggaran pusat.
“Jadi kan ada anggaran pengembangan infrastruktur kelurahan dari pusat. Jadi ada anggaran untuk setiap UMKM. Besarnya belum diketahui karena memang masih dalam pembahasan,” kata kepala dinas koperasi dan UMKM Kota Batam, Suleman Nababan, Rabu (30/1).
Ia mengatakan saat ini masih banyak pelaku UKM yang kesulitan untuk mengembangkan usahanya karena keterbatasan modal dan pendampingan. Ia berharap sebagian besar pelaku UMK yang ada di kelurahan bisa terakomodir.
“Ya mudah-mudahan bisa terakomodir semua. Tetapi yang jelas kalau tak semua tahun ini, maka di tahun-tahun mendatang masih bisa dilanjutkan lagi,” katanya.
Selain itu, di tahun ini rencananya dinas Koperasi dan UMKM juga akan melengkapi pembangunan gedung BLUD yang ada di Bengkong. Gedung ini sudah dibangun dan hanya tinggal kelengkapan meubeler saja.
“Jadi pihak pusat akan mencari tenaga pendampingan untuk di sana. Dan kita berharap di Juni ini sudah selesai,” katanya.
Mantan Kadis Kebersihan tersebut mengatakan, gedung BLUD ini nantinya bisa menjadi wadah bagi pelaku UMKM meningkatkan produksi dan potensinya. Selain itu, BLUD ini juga menjadi tempat pemasaran hasil karya UMKM.
“Jadi malah kita berharap nantinya gedung ini bisa menjadi tujuan wisata bagi turis yang ingin membeli hasil kerajinan tangan dari pelaku UKM di Batam,” katanya.
Anggota komisi II DPRD Kota Batam, Mulia Rindo Purba mengatakan, semua pelaku UKM di Batam memang harus diberdayakan. Menurutnya, dana dari pemerintah pusat dan daerah harus bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas produksi dari setiap pelaku UKM.
“Memang saat ini banyak UKM yang terkedala di modal. Ini yang harus diperhatikan Pemko Batam,” katanya. (ian)
