Sate KMSB Simpang Haru menjual daging babi saat diamankan petugas gabungan Kota Padang. (Istimewa)

batampos.co.id – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumatera Barat (Sumbar) geram dengan perilaku pedagang sate KMSB Simpang Haru yang tertangkap tangan menjual sate berbahan daging babi. Mereka menganggap pedagang telah menipu konsumen.

“Ini jelas unsur kesengajaan, menipu konsumen. Kami sangat menyayangkan ulah nakal pedagang itu,” kata Ketua YLKI Sumbar, Dahnil Aswad, Kamis (31/1).

Atas dugaan kesengajaan itu, Dahnil berharap pedagang sate babi yang tidak memberi label itu diproses secara hukum. Sehingga dapat menjadi pelajaran atas perbuatan yang merugikan orang lain.

“Ini pidana! Pelaku usaha melanggar UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen,” tegas Dahnil.

Jika betul adanya penelitian yang mengindikasikan daging sate itu ada olahan daging babi, maka selain ancaman penjara, penjual sate babi tanpa label juga akan disanksi denda miliaran rupiah.

“Tidak mungkin di daerah Minangkabau yang mayoritas muslim jual sate pakai daging babi. Kalau pun ada, harusnya dituliskan labelnya. Sehingga umat muslim tidak ikut makan sate itu,” imbuhnya.

Atas insiden ini, YLKI juga meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Padang untuk segera mengevaluasi dan me-monitoring seluruh Pedagang Kaki Lima (PKL), terutama yang berjualan kuliner. Sehingga peristiwa serupa tidak lagi terjadi di Padang dan Sumbar secara umum.

“Dampaknya besar terhadap pedagang sate lain. Otomatis orang was-was makan sate,” bebernya.

Sebelumnya, tim gabungan menggeledah sate gerobak merek KMS di kawasan Tugu Api, Simpang Haru, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang yang diduga menjual sate berbahan babi tanpa label. Penggeladahan yang dilakukan sekitar pukul 19.00 WIB, Selasa (29/1), dilakukan oleh petugas Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan, Balai BPOM, dan Satpol PP Padang.

Kabid Pemberdayaan Kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Padang Novita Latima mengatakan, informasi penggunaan daging babi oleh sate KMS di Simpang Haru berawal dari laporan masyarakat. Lalu, pihaknya mengecek kebenaran tersebut, petugas membeli sampel daging sate. Untuk pengecekan labfor, petugas mengirim sampel itu ke Balai BPOM Padang selanjutnya merujuk ke Balai BPOM Aceh.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terbukti bahwa daging sate KMS ini positif mengandung daging babi yang jelas-jelas haram dikonsumsi umat muslim. Apalagi, pedagang berjualan di tempat mayoritas pembelinya adalah muslim.

“Pedagang tidak menerapkan (mencantumkan) bahwa yang dijualnya daging babi. Untuk tindak lanjut akan dilakukan tim dari Dinas Perdagangan,” katanya. (didi/JPG)

Loading...