
batampos.co.id – Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim Batam, Suwarso menilai sosialisasi penerapan bagasi berbayar masih kurang. Hal ini dibuktikan masih banyaknya calon penumpang yang bertanya dan protes, penerapan bagasi berbayar.
“Pihak Airline bilang ke saya udah sosialisasi. Tapi buktinya masih banyak yang gak tahu,” kata Suwarso, Rabu (30/1/2019).
Masih ramainya penumpang yang kaget dan protes, Suwarso telah mewanti-wanti pihak maskapai untuk membuat sosiasliasi yang maksimal. Sehingga seluruh masyarakat mengetahui adanya aturan baru di maskapai.
“Evaluasi kita selama ini, yah itu. Masih banyak belum tahu. Dan sejauh protes masih di konter check in saja,” ungkapnya.
Suwarso mengatakan pihak bandara akan mendukung kebijakan dari maskapai ini. Dan apabila ada kegaduhan, petugas bandara akan memberikan bantuan.
“Kami back up, tapi sepenuhnya penanganan kegaduhan ini bukan tugas petugas bandara semata. Maskapailah yang harus lebih pro aktif, sejauh ini saya lihat mereka memberikan keterangan dengan baik ke calon penumpang yang protes,” ungkap Suwarso.
Ke depan, diprediksi akan ada lagi protes terkait penerapan bagasi berbayar. Karena selain Maskapai Lion Air Grup, Citilink juga akan menerapkan kebijakan ini terhitung 8 Februari. Oleh sebab itu, petugas pengamanan bandara sudah diwanti-wanti agar dapat mengawasi di konter-konter cek in.
Terkait sosialisasi yang kurang ini, Distrik Manager Lion Air Grup M Zaini Bire mengatakan sudah melakukan transaksi maksimal.
“Kami sosialisasi melalui berbagai tempat, mulai dari agen, hingga ke penumpang langsung,” tuturnya.
Ia mengatakan apabila dinilai masih kurang, jajarannya akan terus melakukan sosialisasi. Agar masyarakat bisa mengetahui tentang pemberlakuan bagasi berbayar.
“Kami akan terus melakukan pemberitahuan ke masyarakat,” ungkapnya. (ska)
