FLU itu menyerang tubuhnya usai hadir di acara pertemuan Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia pada Sabtu (26/1) lalu. Di acara itu, calon presiden 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat dukungan penuh.

Usai acara, ia memilih istirahat dari semua aktivitas kampanye. Termasuk absen saat diundang menyampaikan sambutan di konsolidasi nasional PKS, Rabu (30/1) lalu.

“Beliau kalau terkena flu biasanya agak berat. Jadi, bukan sakit apa-apa, hanya flu saja,”  kata Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra.

Tiga hari sakit, kesehatan Prabowo kembali pulih. Ia langsung melanjutkan aktivitasnya. Tak tanggung-tanggung, aktivitas pertamanya usai sakit melakukan pertemuan akbar dengan Persatuan Purnawirawan Indonesia Raya (PPIR) yang beranggotakan purnawirawan TNI dan Polri.

Sebanyak 2.500 purnawirawan TNI/Polri dari seluruh tingkatan dan 300 Purnawirawan Jenderal yang tergabung dalam PPIR mendatangi kediaman Prabowo Subianto di Desa Bojong Ko-neng, Babakan Madang, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (31/1). Kehadiran mereka dalam rangka memberikan dukungan kepada pasangan Prabowo dan Sandiaga Salahuddin Uno untuk memenangkan Pilpres 2019 ini.

Prabowo tampak sangat bahagia. Satu per satu purnawirawan ia peluk dan salami. Suasana pertemuan yang penuh keakraban. Terbayang saat mereka masih sama-sama aktif sebagai prajurit yang berjuang untuk Indonesia.

Prabowo pun mengungkapkan apresiasi kepada para seluruh purnawirawan TNI-Polri dan para purnawirawan jenderal yang ikut bergabung bersamanya. Menurut Prabowo, tidak ada istilah pensiun bagi seorang prajurit untuk mempertahankan kedaulatan bangsa dan ikut berjuang mensejahterahkan rakyat Indonesia.

“Terima kasih atas kehadiran dan dukungannya yang diberikan kepada saya dan saudara Sandiaga Uno. Mari kita berjuang bersama mewujudkan cita-cita pendiri bangsa kita menciptakan Indonesia yang adil dan makmur bagi seluruh rakyat Indonesia,” ungkap Prabowo dalam pidatonya di hadapan purnawirawan TNI-Polri.

Prabowo menjelaskan, sudah selayaknya seorang prajurit TNI maupun Polri baik yang masih aktif maupun yang sudah pensiun dari kedinasan untuk selalu membela rakyat Indonesia yang lemah. Sebab, seorang prajurit TNI-Polri lahir dari rakyat dan untuk membela rakyat.

“Itulah perjuangan kita. Kita harus berjuang untuk rakyat, kita harus mewujudkan keadilan dan kemakmuran untuk rakyat,” ungkap Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo Subianto juga memberikan penghargaan untuk para pejuang pejuang PPIR yang hingga saat ini masih aktif. Mereka selama ini berkeliling ke desa-desa di pelosok Indonesia untuk bersama-sama berjuang menciptakan Indonesia yang adil dan makmur seperti apa yang di cita-citakan oleh para pendiri bangsa.

“Sebagian sudah lebih dari 70 tahun, bahkan 80 tahun masih aktif keliling ke desa-desa setiap hari untuk meyakinkan rakyat. Itulah prajurit ksatria hingga akhir usianya ia tetap berjuang untuk rak-yat,” imbuhnya.

Tak lupa, Prabowo juga memberikan salam hormat kepada seluruh ribuan purnawirawan TNI/Polri yang hadir dalam pertemuan tersebut. Menurutnya, sema-ngat dan perjuangan yang sama untuk menciptakan Indonesia yang adil dan makmur perlu terus digelorakan untuk memperbaiki kondisi bangsa Indonesia saat ini. (*)