Jumat, 8 Mei 2026

Arus Mudik Libur Imlek Mulai Ramai

Berita Terkait

foto: batampos.co.id / yulitavia

batampos.co.id – Arus keberangkatan di Pelabuhan Domestik Sekupang untuk mudik Tahun Baru Imlek 2570 mulai terlihat padat, Jumat (1/2/2019). Lonjakan penumpang sudah mulai terlihat sejak pagi untuk tujuan Selatpanjang. Bahkan, tiga hari menjelang perayaan Imlek, tiket kapal sudah terjual 50 persen.

“Sudah mulai terlihat. Tadi pagi (kemarin, red) sudah naik jadi 300 lebih penumpang dari biasanya yang berkisar 200 penumpang,” kata Kepala Bidang Angkutan Laut DPC INSA Batam, Asmadi usai meninjau calon penumpang di ruang tungguPelabuhan Domestik Sekupang, kemarin.

Ia memperkirakan arus keberangkatan akan terus meningkat hingga dua hari menjelang perayaan Imlek, Selasa (5/2) nanti. Asmadi menyebutkan, sebagian besar penumpang tujuan Selatpanjang. Bahkan, umumnya mereka sudah memesan tiket kapal sebelumnya.

“Malahan sudah ada yang carter kapal untuk keberangkatan besok (hari ini, red). Juga banyak yang sudah pesan tiket beberapa hari sebelumnya. Jadi, untuk Imlek pelayaran penuh,” sebutnya.

Asmadi memperkirakan puncaknya akan terjadi Minggu (3/2) besok. Sebab keesokkan harinya warga Tionghoa mulai persiapan sembahyang me-nyambut Imlek.

“Armada banyak. Termasuk yang cadangan juga sudah standby. Bahkan beberapa kapal cadangan itu sudah terisi,” ujarnya.

Selain Selatpanjang, sebagian besar penumpang juga ramai menuju Tanjungbalai Karimun. Bahkan, hingga saat ini hampir 50 persen tiket sudah terjual. “Alhamdulillah ramai. Mereka yang berangkat juga ramai pilih carter kapal,” lanjutnya.

Pantauan Batam Pos di Pelabuhan Domestik Sekupang, ratusan penumpang memadati ruang tunggu sembari menunggu kapal.

Berdasarkan jadwal keberangkatan, pelayaran paling ramai terjadi untuk keberangkatan pukul 07.00 WIB dan 11.00 WIB.

Sementara, untuk pelabuhan antarpulau di Pelabuhan Rakyat Sagulung juga sudah mulai dipadati puluhan warga Tionghoa asal Batam yang ingin merayakan Imlek bersama keluarga, salah satunya adalah ke Pulau Buluh. Pantauan pagi kemarin, warga Tionghoa mulai memadati pelabuhan rakyat tersebut.

Adri, 43, warga Batam yang berasal dari Pulau Buluh mengatakan tradisi untuk berkumpul bersama keluarga memang sudah turun temurun. Ia pun berangkat lebih awal, sebab sembari ingin beribadah dengan keluarganya.

“Sudah seperti ini tradisinya, mudik ke pulau asal memang salah satu momen yang tak bisa dilupakan oleh warga Tionghoa. Sama halnya dengan umat beragama lainnya,” tuturnya, kemarin.

Senada juga diungkapkan Kumala, 55. Ia yang asli Pulau Bulang, sengaja memanfaatkan momen Imlek ini untuk berkunjung ke pulau asalnya menjelang perayaan Imlek. Ia mengaku setiap tahun tetap mudik untuk berkumpul bersama keluarganya. “Rayakan Imlek bareng keluarga di pulau,” ucapnya.

Iwan, 44, pengelola Pelabuhan Rakyat Sagulung mengatakan, sejak pagi ratusan warga Tionghoa sudah berdatangan. Rata-rata mereka berkunjung ke pulau terdekat seperti Pulau Buluh, Pasir, Todak, dan pulau terdekat lainnya untuk merayakan Imlek.

“Memang setiap Imlek tidak selalu ramai, tapi masih ada warga Batam yang mudik ke pulau asalnya,” ungkapnya.

Dia mengatakan sebagian besar mereka pergi lalu kembali pada sore hari. “Jarang yang nginap. Soalnya dekat,” tutupnya. (yui/cr1)

Update