batampos.co.id – Laga sengit dan mendebarkan terjadi dalam perempat finalmputra Batam Pos-Honda Student Basketball League IV 2019 yang digelar di Hi-Test Arena, Jumat (1/2/2019).

Empat tim memastikan diri lolos ke babak semifinal yang digelar Sabtu (2/2/2019).

Empat tim yang lolos ke babak semifinal itu adalah

  • SMA Ananda,
  • SMA Mondial,
  • SMK Kartini,
  • SMA maha Bodhi/SMA 1 Bintan Utara.

SMA Ananda melaju ke babak semifinal usai mengalahkan SMAN 3 dengan skor 68-31.

foto: batampos.co.id / ryan pambudi

Di kuarter pertama SMA Ananda menang dengan skor 30-11. Sedang di kuarter kedua dimenangi SMA Ananda dengan skor 40-18.

Kuarter ketiga Ananda unggul dengan skor 54-23. Dan kuarter keempat ditutup dengan kemenangan SMA Ananda dengan skor 68-31. Kemenangan ini membuat SMA Ananda merebut satu tiket di semifinal.

Laga sengit terjadi saat SMA Harapan Utama berhadapan dengan SMA Mondial. Laga berakhir dengan kemenangan SMA Mondial atas SMA Harapan Utama dengan skor 33-46.

foto: batampos.co.id / ryan pambudi

Di kuarter pertama SMA Mondial langsung menyerang. Empat poin berhasil dikoleksi dalam waktu dua menit. Laga berjalan semakin cepat. Kedua tim berusaha mencari celah untuk mendobrak defend lawan.

Mengandalkan kecepatan, SMA Mondial berusaha untuk mengurung defend SMA Harapan Utama. Kejar mengejar poin terjadi di kuarter pertama. SMA Mondial berhasil unggul di kuarter pertama dengan skor 6-9

Memasuki kuarter kedua, mencoba menekan, SMA Harapan Utama belum berhasil mendekati peroleh poin SMA Mondial. Malah selisih perolehan poin kian menjauh. Hingga memasuki menit keempat, skor 8-16 untuk SMA Mondial.

Laga semakin ketat, SMA Harapan Utama sering melanggar pemain SMA Mondial. Kuarter kedua ditutup tetap dengan keunggulan SMA Mondial 12-22.

Kuarter ketiga, laga berjalan semakin sengit. Kedua tim unjuk kebolehan dalam merebut bola dan shooting three point. Hanya saja, selisih poin kedua tim yang terpaut jauh membuat SMA Harapan Utama bekerja keras mengejar ketertinggalan. Di empat menit terakhir skor 18-33 untuk keunggulan SMA Mondial.

Di akhir kuarter ketiga SMA Harapan Utama berusaha menekan defend SMA Mondial, tapi upaya itu belum membuahkan hasil. Kuarter ketiga ditutup dengan keunggulan SMA Mondial 23-37 atas SMA Harapan Utama.

Di kuarter keempat, SMA Mondial langsung menekan. Mengandalkan serangan Figo, SMA Mondial terus mendulang poin. Tiga menit berjalan, skor menjadi 26-43 untuk mondial.

Selisih perolehan poin menjadi pembeda. Meski berusaha mengejar ketertinggalan, namun SMA Harapan Utama gagal untuk mendekati perolehan poin harapan utama. Kuarter keempat ditutup dengan keunggulan SMA Mondial atas SMA Harapan Utama dengan skor 33-46

Pelatih SMA Mondial Pardo mengatakan meski menang penampilan anak asuhnya di bawah form. Menurutnya anak asuhnya bisa tampil lebih baik lagi.

“Meski menang, banyak kelemahan muncul dalam laga ini. Kami bermain kuran fokus. Baik itu dalam defend ataupun offense,” keluhnya, Jumat (1/2).

Kurangnya fokus dalam laga ini membuat anak asuhnya kehilangan kontrol permainan. “Harusnya kami mampu tampil dominan. Akobat hilang fokus dalam bermain kami harus bekerja lebih keras merebut kemenangan,” tuturnya.

Pardo berharap dalam laga semifinal nanti, timnya akan mampu bermain lebih baik. “Kami akan melawan tim dari luar Batam. Dan mereka bukan lawan yang bisa diremehkan,” tuturnya.

“Tapi saya optimis anak-anak bisa melaju ke babak final,” tambah Pardo.

Laga mendebarkan juga terjadi saat SMA Maitreyawira berhadapan dengan SMK Kartini. Skor kedua tim saling kejar. Bahkan di akhir kuarter pertama kedudukan berakhir imbang 7-7.

foto: batampos.co.id / ryan pambudi

Di kuarter kedua, SMK Kartini sempat ungggul melalui shooting three point memjadu 9-10. Tapi tak berlangsung lama, SMA Maitreyawira langsung membalas juga dengan shooting three point. 12-10 untuk SMA Maitreyawira.

Memasuki menit keenam ganti SMK Kartini memimpin. Kembali melalui shooting three point membawa SMK Kartini unggul 14-15 atas SMA Maitreyawira.

Di akhir kuarter kedua SMA Maitreyawira hanya mampu memperpendek ketertinggalan. Kuarter kedua ditutup dengan skor 18-21 untuk keunggulan SMK Kartini.

Memasuki kuarter ketiga SMA Maitreyawira mencoba menekan. Tapi bukannya menambah perolehan poin malah semakin tertinggal. SMA Maitreyawira semakin terdesak. Memasuki menit keempat kuarter ketiga kedudukan menjadi 18-27 untuk SMK Kartini.

Kartini masih memimpin perolehan poin di kuartwr ketiga dengan skor 23-32 atas SMA Maitreyawira.

Kuarter keempat SMK Kartini terus menambah perolehan poin. Bahkan baru satu menit berjalan, SMK Kartini telah mengoleksi empat poin.

Permainan gemilang pemain Esha dan Hendy dari SMK Kartini membuat permainan SMA Maitreyawira tak berkembang. Kuarter keempat berakhir dengan kedudukan 40-48 untuk keunggulan SMK Kartini.

Pelatih SMK Kartini KGS David mengaku bangga anak asuhnya bisa melaju ke babak semifinal.

“Hanya saja anal-anak lambat panas. Sehingga kami sempat terteter di kuarter pertama dan kedua,” jelasnya.

“Selain itu, rotasi bola juga menjadi fokus perhatian yang harus dibenahi dalam babak semifinal nanti. Dan babak semifinal nanti adalah final bagi kami karena akan melawan SMA Ananda di semifinal,” tutur David.

terkait kelemahan yang muncul saat laga perempat final, David mengatakan defend menjadi perhatian utama yang harus dibenahi.

“Memang untuk defend kami masih terkendala, ini terutama di kuarter satu dan dua. Nanti harus secepatnya dibenahi di babak semifinal,” tegasnya. (yan)

Loading...