batampos.co.id – Penggunaan dana yang dikucurkan pemerintah untuk pembangunan di kelurahan perlu diawasi dan evaluasi mengingat besarnya celah terjadinya penyimpangan dalam penggunaan anggaran tersebut. Hal ini juga harus menjadi perhatian serius agar peruntukan dana kelurahan yang bersumber dari APBD dan APBN itu tidak terjadi double bugeting.
Anggota Komisi II DPRD Kota Batam Hendra Asman mengatakan, pada prinsipnya dana yang dikucurkan pemerintah untuk kelurahan tersebut baik untuk Stimulan Percepatan Infrastruktur Kelurahan. Tujuannya adalah untuk pemerataan pembangunan di setiap kelurahan. Dengan begitu, sangat perlu dilakukan pengawasan dan evaluasi penggunaan anggaran tersebut.
“Dengan program ini pembangunan di setiap kelurahan sudah mulai bagus. Banyak lokasi yang awalnya tak tersentuh pembangunan, saat ini sudah dibangun. Namun begitu pengawasan harus tetap ditingkatkan,” katanya, Jumat (1/2/2019).

foto: putut ariyotejo / batampos.co.id
Selain itu Hendra juga melihat perlu ada koordinasi yang baik pada perangkat kelurahan, agar tidak terjadi double bugeting. Contohnya, untuk lokasi yang sudah ditetapkan di APBD Batam jangan lagi dianggarkan lewat dana PIK.
“Jalan A misalnya, dianggarkan dari APBD 100 meter, terus dilanjutkan dari PIK. Itu tak boleh. Makanya perlu ada koordinasi,” tuturnya.
Hendra menegaskan, pembangunan di setiap kelurahan juga tidak boleh menumpuk. Pasalnya, masih banyak skala prioritas yang dibutuhkan.
“Artinya perlu kebijakan strategis dari lurah untuk menterjemahkan skala prioritas ini. Tapi yang jelas ini langkah baik untuk pemerataan pembangunan di kota Batam,” jelas Hendra.
Sementara itu pengamat kebijakan publik Muhammad Zainuddin mengatakan, untuk itulah fungsinya musyawarah rencana pembangunan (musrenbang). Sehingga dengan musrenbang ini terpetakan kebutuhan di setiap RT dan RW.
“Dari situlah akan kelihatan mana yang dibiayai dari APBN dan mana dari PIK. Di keluarahan kan ada namanya perangkat daerah, nanti mereka yang akan memetakan sesuai prioritas. Pemetaan ini tentu berdasarkan hasil Musrenbang,” katanya. (rng)
