batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam hanya menata 11 pedagang di Jembatan Barelang. Selain itu akan menunggu kesiapan anggaran.
“Selain yang 11 mana ada tempat. Sambil berjalan, kita lihatlah apa ada anggaran untuk membenahinya (kios yang lain),” ucap Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Kamis (31/1/2019).
Data Satpol PP Batam, jumlah pedagang sebelum Jembatan Barelang terbagi dalam tiga zona. Yakni tujuh pedagang di bawah jembatan, 24 pedagang sebelum jembatan, dan 11 lainnya yang kini sudah disipakan lokasi permanennya di Dendang Melayu.
Amsakar mengatakan, Jembatan Barelang menjadi tempat yang fokus ditata, tidak hanya dari Pemko Batam namun juga ditata oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta Kementerian Pariwisata.
“Ada kayu-kayu tak tentu arah, dibongkar semua,” kata dia.
Ia menyampaikan, setelah penataan akan menambah keindahan lokasi tersebut. Dilihat dari atas, lanjut Amsakar, pemadangan pesisir di sekitar jembatan memiliki daya tarik wisata.
“Kota ini harus mulai ditata dengan baik. Kios yang akan ditata, kami minta dibangun semenarik mungkin, desainnya macam villa begitu. Wisatawan harus dibuat nyaman,” papar dia.
Wali Kota Batam Muhammad Rudi menyampaikan, penataan Jembatan 1 Barelang harus didukung semua pihak, termasuk lurah setempat. Karena program perbaikan Batam jika dilakukan secara bersama akan mudah dilakukan.
“Pak wakil (Amsakar) sudah turun ke sana. Segera dudukkan, siapa lurahnya di sana jangan diam saja, kita sama-sama bekerja sesuai bidang masing-masing permasalahan akan selesai,” imbuh Rudi.
Sementara Kepala Bidang Trantinbum Imam Tohari mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pendekatan persuasif dengan pedagang. Soal pedagang yang belum terkafer untuk ditata, ia sampaikan juga meminta untuk direlokasi.
“Kami sudah bicara dengan orang yang dituakan di sana, mereka minta tempat samping kanan jembatan,” pungkas Imam. (iza)
