batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam terus membenahi infrastruktur di hinterland atau pesisir guna menuju destinasi wisata pulau di Belakangpadang. Ia meminta agar pemerintah bersama-sama dengan warga menyiapkan homestay atau rumah singgah di Belakangpadang.
Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan Belakangpadang merupakan salah satu pulau dengan beragam sejarah dan terkenal dengan wisata kulinernya. Untuk itu pihaknya melalui kegiatan peningkatan infrastruktur kelurahan (PIK) terus membenahi jalan lingkungan agar pelancong nyaman ketika berkunjung ke Belakangpadang.
“Tahun ini ada Rp 1,6 miliar setiap satu kelurahan. Rp 1,3 dari APBD dan Rp 350 juta dari pusat untuk membenahi permukiman warga,” kata dia.
Ia berharap kepada perangkat kecamatan dan dinas terkait untuk menata Belakangpadang.
“Jadi, mereka pelancong juga bisa menginap di homestay yang dikelola masyarakat seperti daerah wisata lainnya yang ada di Indonesia,” ujarnya.
Pembenahan infrastruktur menurut Rudi bisa meningkatkan taraf hidup dan perekonomian masyarakat pulau. Kuliner yang sudah terkenal bisa juga dinikmati oleh pelancong.
“Kalau biasanya bisa jual 10 kalau sudah kedatangan wisman bisa jadi 20 atau 100 cendol sehari,” kata Rudi.
Camat Belakangpadang Yudi Admaji mengatakan, ke depan akan ada penataan di Belakangpadang.
“Nanti akan kami buat semenarik mungkin. Jadi yang datang bisa mengabadikan momen baik foto maupun vlog. Ini akan membantu juga pengenalan Belakangpadang sebagai salah satu destinasi wisata,” lanjutnya.
Yudi menyebutkan tahun ini ada 50 PIK di seluruh kelurahan yang ada di Belakangpadang. Satu kelurahan rata- rata mendapatkan 9-10 kegiatan PIK.
“Jalan sudah mulai bagus dan tertata. Dan akan dilan-jutkan tahun ini. Semua spot- spot penunjang desa wisata juga akan dibenahi,” ungkap mantan Kabag Humas Pemko Batam ini.
Ia berharap ke depan Belakangpadang lebih sering dikunjungi wisatawan baik lokal maupun luar. Untuk itu seluruh kebutuhan penunjang tengah disiapkan, termasuk kesiapan warga mendirikan homestay.
“Mana tahu ada wisatawan yang ingin menghabiskan waktu di sini. Jadi, mereka tidak kebingungan lagi untuk tempat tinggal,” tutupnya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Batam Ardiwinata mengatakan, saat ini Pemko tengah membenahi seluruh lokasi yang bisa dijadikan destinasi wisata. (yui)
