
batampos.co.id – Sebanyak 200 siswa pendidikan dan latihan (Diklat) Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI ikuti latihan dasar paramiliter di mako Yonif Marinir 10/ Satria Bhumi Yudha (SBY) di pulau Setokok, Galang. Pelatihan ini akan berlangsung selama tiga bulan kedepan dan dibuka secara resmi oleh Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Taufiqul Rohman di halaman mako Yonif Marinir 10/ SBY, Senin (4/2/2019) pagi.
Dalam arahannya kata Taufiqul menuturkan, peserta diklat ini merupakan pegawai negeri sipil Bakamla yang direkrut tahun 2018 lalu. Sebelum menjalankan tugas dan fungsi, peserta ini harus dibekali dengan pelatihan, keterampilan ataupun pengetahuan tentang militer.
“Tugas pokok Bakamla hampir sama dengan TNI AL. Sebagai pegawai sipil maka perlu pembekalan dan pelatihan seperti ini (oleh Marinir), karena tantang kerja nanti juga seperti satuan TNI AL pada umumnya,” ujarnya.
Pelatihan ini juga merupakan upaya dari Bakamla untuk terus mematangkan persiapan sumber daya manusia (SDM) Bakamla dalam mengawasi wilayah perairan negara.
“Kedepannya juga akan dijadikan semacam coast guardnya negara maka persiapan tidak sebatas peralatan dan kapal tapi SDM juga,” ujarnya.
Bakamla merupakan lembaga nonmenteri yang dikomandoi langsung oleh presiden. Institusi patroli laut ini terus berbenah untuk menjadi bagian yang penting dalam mengamankan wilayah perairan Indonesia.
Danyonif Marinir 10/SBY Letkol Mar Rino Rianto menyambut baik kepercayaan pihak Bakamla yang memilih satuannya sebagai pelatih atau instruktur latihan paramiliter tersebut. Untuk membina dan mendidik peserta diklat Bakamla pihaknya telah membentuk tim pembina sebanyak 60 personil.
“Latihan ini nanti meliputi latihan dasar militer baik teori ataupun praktek yang meliputi kedisplinan dan percaya diri hingga loyalitas kepada senior dan pimpinan,” ujar Rino. (eja)
