Rabu, 8 April 2026

Sabu 490 gram dari Medan hendak Dikirim ke Surabaya, Tertangkap di Batam

Berita Terkait

Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim Batam, Suwarso, menunjukkan barang bukti dan tersangka.
foto: bandara Hang Nadim

batampos.co.id – Petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Internasional Hang Nadim bersama Bea Cukai kembali mengamankan seorang kurir sabu, Martunis,26, Minggu (3/2/2019).

Sabu seberat 490 gram itu sempat lolos dari pengawasan petugas di Medan, namun berhasil diamankan di Batam.Tiket yang dipegang Martuni tidak langsung, dari Medan ke Surabaya. Namun sebelum ke Surabaya, pesawat ditumpanginya transit di Batam.

“Modusnya hampir sama dengan beberapa kurir sebelumnya, memasukan ke dalam sepatu,” kata Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim Batam, Suwarso, Selasa (5/2/2019).

Ia mengatakan penangkapan ini bermula dilakukan di pintu Walkthorught security chechk poin (SCP) kedua Bandara Internasional Hang Nadim. Martunis merupakan penumpang dari Medan ke Surabaya, yang transit di Batam. Sesuai dengan ketentuan, Martunis diharuskan melaporkan diri di terminal kedatangan.

“Lalu dia kembali menuju ke pesawatnya melalui SCP II,” ungkap Suwarso.

Saat memasuki SCP III, gerak geriknya membuat petugas curiga. Terlebih dengan gaya jalannya yang sedikit aneh.

“Lalu saat di pintu Walkthourght, alarm berbunyi. Sehingga petugas melakukan pemeriksaan manual,” ungkap Suwarso.

Dari pemeriksaan manual di tas maupun badan atau selakangan Martunis tidak ditemukan barang yang mencurigakan. Namun ketika petugas meminta Martunis membuka sepatunya, pemuda itu terlihat gugup. Hal ini tentunya menambah kecurigaan petugas.

“Saat kami periksa sepatu kets ternyata menang ada sabu sebanyak 4 bungkus

Suwarso mengatakan ini sudah ke sekian kalinya jajaran Avsec mengamankan kurir sabu. Dan kebanyakan tujuan dari kurir sabu tersebut menuju ke Surabaya, seperti dua kurir sabu yang diamankan 31 Januari lalu. Sabu sebanyak 922 gram itu diamankan dari tangan Roiyani dan Roswandi.

“Kami akan terus meningkatkan kemampuan petugas serta pengawasan di Hang Nadim,” ungkap Suwarso. (ska)

Update