Rabu, 22 April 2026

Stok Cukup, Harga Bahan Pokok Stabil

Berita Terkait

batampos.co.id – Harga sejumlah komoditas bahan pokok terpantau stabil di sejumlah pasar tradisional di Kota Batam. Berdasarkan survei harga bahan pokok yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Senin(4/2), diketahui harga bahan pokok normal dengan stok yang mencukupi.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Batam Adisthy mengatakan, survei harga dilakukan pada 18 jenis bahan pokok. Survei harga dilakukan di empat pasar berbeda yakni Pasar Cipta Puri Tiban, Toss 3.000 Jodoh, Aviari Batuaji dan Sagulung.

”Harga sembako (bahan pokok) di pasar terpantau stabil,” ujar Adisthy, kemarin.

foto: batampos.co.id / putut ariyotejo

Beras medium misalnya, dijual seharga Rp 11 ribu sampai Rp 12 ribu per kilogram (kg). Sedangkan untuk jenis premium berkisar Rp 13 ribu-Rp 14 ribu per kilogram. Komoditas lainnya ialah cabai merah keriting dijual Rp 15 ribu per kilogram di pasar Toss 3.000. Sementara untuk cabai merah besar berkisar Rp 45 ribu per kilogram.

Untuk jenis sayur-sayuran seperti kentang dan wortel, dihargai Rp 8 ribu per kilogram dan tomat Rp 12 ribu per kilogram. Bahkan, sayur bayam dan kangkung di pasar Toss 3.000 dijual seharga Rp 2 ribu per kilogram. Begitu juga bawang putih dan bawang merah berkisar antara Rp 13 ribu sampai Rp 24 ribu per kilogram.

”Survei harga kami lakukan rutin setiap pekan di setiap pasar berbeda,” tambah Adisthy.

Komoditas lainnya ialah daging sapi lokal segar seharga Rp 140 ribu per kilogram. Daging sapi impor beku Rp 85 ribu per kilogram dan daging ayam ras Rp 32 ribu per kilogram. Adisthy menambahkan, untuk telur ayam ras dijual seharga Rp 42 ribu per papan yang berisi 30 butir.

Harga Ikan  Semakin Mahal

Jika komoditas bahan pokok harganya stabil, lain halnya dengan harga ikan. Sehari jelang perayaan Imlek, harga ikan segar dijual dengan harga tinggi di pasar tradisional di wilayah Batuaji dan Sagulung. Hal ini disebabkan stok ikan semakin menipis di tengah musim angin utara yang terjadi beberapa bulan terakhir. Selain itu, menjelang Imlek harga beberapa jenis ikan seperti dingkis semakin tinggi, Senin (4/2).

Pantauan di pasar Fanindo, Batuaji hanya terdapat tiga penjual ikan dingkis. Salah satunya, Amran,33, pedagang ikan segar ini menuturkan bahwa stok ikan yang ia jual beberapa hari terakhir semakin menipis, tak terkecuali ikan dingkis. Ikan yang banyak diburu oleh warga etnis Tionghoa itu mengalami kenaikkan sejak dua hari lalu dan dijual seharga Rp 60 ribu per kilogram. Namun, kini bisa mencapai Rp 100 sampai 150 ribu per kilogram. Tangkapan nelayan sudah mulai berkurang, persediaan pun menipis.

”Ikan dingkis sudah mulai diborong, persediaan hanya lima sampai tujuh kilogram dan langsung habis,” katanya.

Untuk harga jenis ikan tongkol putih yang biasa Rp 28 ribu, kini naik menjadi Rp 33 ribu, ikan selar Rp 55 ribu, serta ikan kakap besar sekarang Rp 35-38 ribu per kg dari sebelumnya Rp 30 ribu per kg. Meskipun harga ikan masih tinggi, masih ada warga yang membeli walaupun tidak banyak.

”Kebanyakan hanya setengah kilogram dan seperempat, beda sama pedagang rumah makan yang biasa mengambil satu kilogram lebih,” ujarnya.

Kondisi serupa juga terjadi di pasar tradisional Sagulung, pedagang pasar ikan mulai risau karena stok ikan semakin menipis. Hanya ada dua pedagang yang menjual ikan dingkis dan beberapa jenis ikan seperti ikan tongkol putih, ikan selikur, dan ikan kakap.

Izal, 37, pedagang ikan segar mengatakan seminggu lalu pasokan ikan dingkis sudah sempat normal. Namun, saat ini persediaan ikan dingkis hanya sisa tujuh kilogram saja, yang rata-rata diperoleh dari perairan Kepulauan Riau, seperti Anambas dan Natuna dengan harga dari distibutor sudah tinggi. ”Faktor cuaca, musim angin jadinya sulit dapat pasokan ikan segar,” ujarnya. (cr1/rng)

Update