Selamat merayakan Tahun Baru Imlek 2570. Gong Xi Fa Cai.

Hari ini, Selasa (5/2) bertepatan dengan Imlek. Para ahli fengshui meramalkan hal positif tentang perekonomian Batam. Beberapa sektor diyakini mendapat hoki di tahun babi tanah.

Tentunya kita berharap, fengshui yang merupakan ilmu topografi kuno dari Tiongkok terbukti sahih. Kita semua berharap, ekonomi Batam kembali kokoh dan tangguh. Sehingga memiliki daya saing dan daya tawar bagi investor.


Bagi ahli fengshui, babi merupakan lambang kemakmuran. Karena badannya gemuk. Banyak timbunan lemak. Sektor kuliner dan pariwisata digadang-gadang akan menggeliat. Terus tumbuh dan berkembang.

Perbaikan dan pembangunan infrastruktur terus digesa. Terutama akses jalan. Barangkali, hanya Batam yang jalan rayanya besar-besar. Mungkin yang terlebar di Indonesia. Sehingga, mampu menunjang meningkatnya sektor pariwisata.

Ini poin pentingnya. Jalan lebar akan mengurai kemacetan. Biasanya, wisatawan paling malas kalau terjebak macet. Hal itu tidak berlaku bagi Batam. Upaya pemerintah memperlebar jalan bisa memberikan multiplier effect.

Tak hanya jalan. Perbaikan tempat wisata juga terus digesa. Pusat-pusat keramaian seperti mal, alun-alun, dan spot wisata terus dibenahi. Nyaris tidak ada yang terlewat sejengkal pun. Semua dibenahi.

Bahkan, Pemko Batam terus berupaya membuka spot-spot wisata baru yang layak untuk dikunjungi. Ada beberapa pulau yang tengah disulap menjadi destinasi wisata baru. Ini memberikan nilai lebih bagi Batam di mata luar.

Letak yang strategis, suasana kota yang kondusif, dan masyarakatnya yang ramah memeberi nilai tambah. Bahwa Batam adalah tempat yang tepat untuk dikunjungi oleh siapapun.

Bak gayung bersambut. Pariwisata berkembang, potensi investasi semakin besar. Arus manusia keluar-masuk Batam semakin tinggi, peluang pun menjadi terbuka lebar.

Apalagi, pengembangan sektor pariwisata juga didukung semua pihak. Tidak hanya pemerintah, pengusaha juga ambil peran. Salah satunya melalui Forum Tanggungjawab Sosial Perusahaan (TSP) atau yang karib disapa Forum CSR.

Melalui program corporate social responsibility (CSR), perusahaan berlomba-lomba “menghias” Batam. Biar lebih cantik dan keren. Sehingga, dapat memancing wisatawan untuk datang.

, bagi pengusaha atau perusahaan yang ingin ikut serta membangun Batam, silakan salurkan dana CSR-nya ke Forum TSP. Sekaligus ikut berperan dalam meningkatkan perekonomian Batam. Ini resmi dari Pemko Batam.

Bagaimana dengan sektor lain? Sebut saja properti, otomotif, retail, dan lainnya. Tidak menutup kemungkinan, akan ikut terkatrol. Dengan semakin banyaknya orang berkunjung ke Batam, potensi untuk mendapatkan konsumen lebih besar.

Kalau hitungan matematisnya, dari seribu yang datang ke Batam, seratus saja bisa “nyangkut”. Tidak hanya wisatawan mancanegara. Wisatawan domestik punya potensi sama kok. Yang penting tetap optimistis.

Barangkali memang caranya saja yang berbeda. Pintu masuknya berubah. Kali ini, orang berinvestasi di Batam lewat jalur pariwisata. Mana tahu ada investor yang sedang berwisata ke Batam, lalu kepincut untuk berinvestasi. Hehehehehe.

Banyak yang optimistis bahwa Batam akan bangkit tahun ini. Terlepas tengah masuk tahun politik, Batam memang sudah sepantasnya maju. Karena, Batam berada di Serambi Indonesia. (*)

Loading...