batampos.co.id – Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) rencananya akan dilaksanakan pada 22 April mendatang. Sebanyak 65 persen sekolah baik negeri maupun swasta akan melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), sisanya 35 persen masih menggunakan kertas.
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam menargetkan siswa-siswi SMP di Batam kembali raih nilai terbaik se-Kepri. “Target kita masih sama tahun lalu, yakni peringkat satu se-Kepri,” kata Kepala Disdik Kota Batam Hendri Arulan, Senin (4/2/2019).
Hendri menyebutkan, sebanyak 26 SMP akan menjalani ujian berbasis komputer pada tahun ini, sedangkan sisanya masih menggunakan kertas.
“Saat ini persiapan sudah 70 persen. Siswa tengah disibukkan try out sebelum menjalani final tes pada April mendatang,” ungkapnya.
Meskipun UN bukan penentu kelulusan lagi, Hendri berharap para siswa tetap serius menjalani ujian. Sebab hasilnya bisa digunakan untuk melanjutkan ke sekolah berikutnya.
“Meskipun zonasi, tapi yang nilai terbaik tentu lebih mudah menuju sekolah pilihan,” tambahnya.
Berdasarkan data Disdik Batam, tahun ini jumlah siswa ikut UN sebanyak 16.876 siswa. Dimana, 11.092 siswa akan mengikuti ujian berbasis komputer, sedangan 5.782 siswa masih menggunakan kertas.
Hendri mengakui belum semua sekolah bisa mengikuti UNBK tahun ini. Keterbatasan sarana pendukung menjadi penyebab sebagian ujian masih menggunakan kertas. Saat tercatat ada 56 SMP negeri, tapi baru 26 sekolah yang melaksanakan UNBK.
“Artinya masih 30 SMP negeri belum bisa laksanakan UNBK. Ke depan kami terus tingkatkan. Kalau bisa semakin banyak ikut UNBK. Karena sebelum mengajukan UNBK sekolah harus punya minimal 30 persen komputer dari total peserta ujian,” jelasnya. (yui)
