Rabu, 22 April 2026

Kurir Sabu Diupah Rp 20 Juta Sekali Jalan

Berita Terkait

batampos.co.id – Kurir narkoba melalui Bandara Internasional Batam diupah dari Rp 15 juta hingga 20 juta sekali perjalanan mengantarkan sabu ke pemesan.

Selain itu, modus yang sering digunakan dan lolos dari pengawasan yakni memasukan sabu ke dalam anus dan dubur

Hal ini terungkap dari pemeriksaan jajaran Polda Kepri terhadap tiga orang kurir sabu yang ditangkap diwaktu yang berbeda.

“Kurir atas nama F alias Ak ini, sudah sebanyak 2 kali meloloskan sabu dengan modus di dubur. Saat ketiga kali, kami amankan 23 Januari lalu,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri Kombes Yani Sudarto, Senin (4/2/2019).

Ak diupah sebanyak Rp 15 juta sekali jalan. Pengakuan Ak ke penyidik, awalnya membawa sabu hanya dalam jumlah yang sedikit. Namun setelah itu meningkat dan akhirnya yang ketiga kali Ak dapat membawa 295 gram sabu sekali jalan. Sabu yang dibawanya itu dibagi dalam 4 bungkus.

“Ak ini mengakui awalnya memasukan sabu ke sana (dubur), tak bisa banyak. Namun lama-lama baru bisa banyak,” ungkap Yani.

Yani mengatakan Ak diminta seseorang untuk melakukan penyelundupan ini.

“Terkait tempat, barang dan segala macamnya itu DPO (Daftar Pencarian Orang) yang menentukan. Saat ini kami masih melakukan pengejaran terhadap DPO tersebut,” ungkapnya.

Berbeda dengan Ak, Roiyani dan Roswadi yang juga kurir sabu, berusaha menyelundupan barang haram itu melalui sepatu. Dari pengakuan kedua orang ini, sekali pengiriman mereka diupah sebanyak Rp 20 juta.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Erlangga mengatakan bahwa upah yang cukup tinggi diterima keduanya, karena membawa sabu dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan Ak.

“Kedua orang ini yang diamankan petugas bandara lokasinya Hang Nadim juga, namun modusnya berbeda. Dari kedua orang ini, diamankan sebanyak 922 gram,” ungkapnya.

Erlangga mengatakan kasus ini juga masih dalam pengembangan jajaran Ditresnarkoba Polda Kepri. Pemasok dari sabu asal Malaysia ini masih sedang dikejar polisi.

“Masih dalam pengejaran,” ungkap Erlangga.

Roiyani diminta Erlangga mempraktekan bagaimana menyusun sabu tersebut dalam sepatu. Ternyata tidaklah sulit dan rumit, cara kurir ini mencoba menyelundupkan sabu dengan modus memasukan ke dalam sepatu. Roiyani tidak mengorek isi bagian dalam sepatu. Ia hanya membuka bagian pelapis dalam sepatu, lalu memasukan bungkusan sabu. Saat Roiyani berjalan, terlihat jalannya sedikit aneh. Dan tentunya gerak gerik seperti ini menimbulkan kecurigaan petugas.

“Dari pengakuan kedua orang ini, katanya sih baru sekali. Yah kami akan terus mengembangkan kasus ini,” tuturnya. (ska)

Update