Pelabuhan kargo internasional milik Kawasan Industri Kabil. F. Kabil Integrated Industrial Estate untuk Batam Pos

batampos.co.id – Pengembangan Dermaga Curah kabil akan selesai tahun ini. Pelabuhan yang khusus melayani distribusi produk olahan Crude Palm Oil (CPO) atau minyak kelapa sawit ini akan dioperasikan mulai semester kedua 2019 nanti.

“Maret selesai. Pada semester kedua nanti mulai beroperasi,” kata General Manager (GM) Komersil dan Pengembangan Usaha Kantor Pelabuhan BP Batam, Johan Effendy, Selasa (5/2/2019).

Loading...

Pengembangan Dermaga Curah kabil yang lebih kurang seluas 10 Hektar ini dimaksudkan untuk melayani lalu lintas dan bongkar muat CPO.

Pertama, pembangunan dermaga utama dengan panjang 273,6 meter, lebar 33 meter dengan kapasitas kapal 35.000 DWT, kedalaman alur kolam dermaga 12 mdpl.

Kedua, pembangunan sarana ponton atau dermaga wharf sepanjang 101 meter dengan kedalaman kolam 6 mdpl. Ketiga mempercepat waktu sandar dan bongkar muat operasional pelabuhan. Total dana APBN proyek multi tahunan sejak 2016 ini sekitar Rp 208 miliar.

Berbeda dengan pelabuhan lainnya, Dermaga Curah Kabil memiliki jaringan pipa yang terhubung langsung dengan pabrik-pabrik penyulingan CPO di Batam seperti Ecogreen, Musim Mas dan lain-lain. “Sehingga tidak ada lagi pengangkatan pakai truk. Untuk bahan bakar pesawat, Avtur juga diangkut dari Kabil ke bandara lewat pipa,” ucapnya.

Selain itu, BP akan menambah sejumlah gantry crane di pelabuhan ini. Pembangunan ini sangat dibutuhkan untuk mempercepat akselerasi kebutuhan produksi dan operasional para pengguna jasa.

Pembangunan dermaga dianggap dapat memenuhi kebutuhan produksi pabrik-pabrik sehingga menjadikan Batam sebagai pintu gerbang pelabuhan internasional.

“Mudah-mudahan kedepan sesuai masterplan dapat melayani dan meningkatkan seluruh kegiatan ekspor dan impor,” ungkapnya. (leo)

Loading...